28.2.16

Sifat Fisik Mineral (Warna/Colour)


Bila suatu permukaan mineral dikenai suatu cahaya, maka cahaya yang mengenai permukaan mineral tersebut sebagian akan diserap (absorbsi) dan sebagian dipantulkan (ref leksi ) .
Warna penting untuk membedakan antara warna mineral akibat pengotoran dan warna asli (tetap) yang berasal dari elemen utama pada mineral tersebut.
Warna mineral yang tetap dan tertentu karena elemen¬-elemen utama   pada mineral disebut Idiochromatic.
Contoh:
Sulfur - kuning
Magnetite - hitam
Pyrite - kuning loyang.
Warna mineral akibat adanya campuran atau pengotoran dengan unsur lain, sehingga memberikan warna yang berubah-ubah tergantung dari pengotornya disebut Allochromatic.
Contoh:
Halite , warna dapat berubah-ubah abu-abu, kuning,   coklat gelap,  merah muda,  biru bervariasi
Kwarsa; tak berwarna, tetapi karena ada campuran / pengotoran, warna berubah menjadi violet (amethyst), merah muda, coklat-hitam.
Kehadiran kelompok ion asing yang dapat nemberikan warna tertentu pada mineral disebut dengan nama Chronophores.
Misal Ion-ion Cu yang terkena proses hidrasi merupakan  chromophores dalam mineral Cu sekunder, maka akan memberikan warna hijau dan biru.

Faktor yang dapat mempengaruhi warna adalah :
a. Komposisi kimia
Contoh:
Chlorite – hijau , asal kata chloro (greek)
Albite - putih ,asal kata albus (latin)
Melanite – hitam, asal kata  melas (greek)
Erythrite- merah, asal kata  erythrite  (greek)
Erytrocite  (sel darah merah)
Rhodonite-merah jambu, asal kata  rodon (greek)
b. Struktur kristal dan ikatan atom
Contoh :
Polymorph dari Carbon - C
Intan - tak berwarna - Isometric
Graphite - hitam – hexagonal
 c. Pengotoran dari mineral.
Contoh:
Silika tak berwarna
Jasper – merah
Chalsedon - coklat hitam    Agate - asap/putih.

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner