k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK
Bookmark

Geografi Regional Vietnam

Vietnam artinya adalah tanah selatan, sejarah negara Vietnam tidak terlepas dari sejarah Indo China. Orang-orang Vietnam diperkirakan datang ke daerahnya yang sekarang dari China, kenudian mereka menduduki daerah delta sungai Merah bagian utara yang terjadi pada 350 SM. Kemudian mereka membentuk negara yang berpusat di Hanoi.Secara resmi Republik Sosialis Vietnam (Vietnam: Cong hoa xa hoi chu Nghia Việt Nam, adalah negara paling timur di Semenanjung Indochina di Asia Tenggara. Hal ini berbatasan dengan Cina di utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di barat daya, dan Laut Cina Selatan, disebut sebagai Laut Timur (Vietnam: Bien Dong), di timur. Dengan jumlah penduduk lebih dari 86 juta jiwa, Vietnam adalah negara terpadat ke-13 di dunia.
Orang-orang Vietnam kembali independensi dan memisahkan diri dari Cina pada 938 AD setelah kemenangan mereka pada pertempuran Bạch Đằng Sungai. dinasti berturut-turut berkembang seiring dengan ekspansi geografis dan politik lebih dalam Asia Tenggara, sampai dijajah oleh Perancis pada pertengahan abad ke-19. Upaya melawan Prancis akhirnya mengarah pada pengusiran mereka dari negara pada pertengahan abad ke-20, meninggalkan sebuah negeri yang terbagi secara politik menjadi dua negara. Pertempuran antara kedua belah pihak berlanjut selama Perang Vietnam, berakhir dengan kemenangan Vietnam Utara pada tahun 1975.

A.    Letak dan Luas


 

clip_image002 Negara Vietnam terletak disebelah timur daratan Asia Tenggara tepatnya berada di ujung timur Semenanjung Indochina, membentang dari 9o LU-23o LU dan 102o BT-110o BT. Batas wilayah Negara Vietnam adalah:
1.    Sebelah Utara    : Republik Rakyat Cina
2.    Sebelah Timur    : Laut Cina Selatan, Teluk Tonkind
3.    Sebelah Barat    : Kamboja, Laos
4.    Sebelah Selatan    : Laut Cina Selatan
Luas daerahnya yaitu sekitar 371.690 km2  yang meliputi seluruh Pantai Timur wilayah Vietnam. Pada tahun 1954 wilayah Vietnam pernah terbagimenjadi dua pada 17o LU, menjadi Republik Demokratik Vietnam ( Vietnam Utara ) dan Republik Vietnam ( Vietnam Selatan ) dan keduanya bersatu kembali pada tahun 1976.

B.    Kondisi Fisiografis

Negara Vietnam bila dilihat di peta berbentuk seperti sebuah galah dengan dua buah bakul dikiri kanannya. Galahnya adalah pegunungan Annam yang membujur menutup hampir sepanjang Semenanjung Indo China. Sedangkan baku-bakulnya adalah delta sungai Merah disebelah utara dan delta sungai Mekong di sebelah selatan.
Bagian utaranya berbukit-bukit dan bergunung-gunung, Tanah Tinggi Tonkin timur adalah bagian-bagiannya mempunyai ketinggian lebih dari 9.960 m, dimana didapatkan sungai-sungai Chai, Gam dan Cao. Pegunungan Tonkin Barat merupakan punggung yang tertinggi dari seluruh Semenanjung Indo China. Di sini terdapat gunung tertinggi di Vietnam yaitu Fan-Si-Pan, yang tingginya 3.143 m.
Delta sungai Merah ( Song Hong ) membentang dari pegunungan utara sampai teluk Tonkin. Daerah ini tereletak rendah, subur, merupakan wilayah pertanian dan padat penduduknya serta meliputi daerah seluas 14.502 Km2. Daerah ini sering kali dilanda banjir, karena disekitar Hano banyak sekali dibuat bendungan dan tanggul-tanggul. Disebelah selatannya terdapat pegunungan Annam yang menuju ke selatan, dimana terdapat puncak-puncak Ngoc Linh 2.659 m, Chu Yang Sin 2.408 m dan puncak-puncak yang lain dengan ketinggian lebih dari 2.332 m. Cabang-cabangnya banyak yang mencapai dataran-dataran pantai yang sempit.
Di bagian selatan terdapat delta alluvial yang luas dari sungai Mekong, lebih luas dari delata sungai Merah dan kurang padat penduduknya. Delta yang subur ini meliputi daerah seluas 37.814 Km2.

C.    Iklim dan Vegetasi di Vietnam

Vietnam mempunyai iklim tropis , sebagian besar daerahnya mendapat hujan tahunan lebih dari 1524 mm dengan kelembaban rata-rata 84% sepanjang tahun. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai September. Suhu rata-rata pertahun mencapai 28º C.  Tetapi, karena perbedaan pada garis lintang dan keanekaragaman topografi, iklim cenderung sangat bervariasi dari satu tempat terhadap tempat yang lainnya. Pegunungan Tonkin Barat dan pegunungan Annam Tengah dan selatan curah hujannya lebih besar yaitu 4604 mm. Daerah pantai menerima hujan waktu musim panas sebanyak 1524mm, yang berarti sama dengan hujan di kebanyakan daerah lain.
  Pada saat musim dingin atau musim kering, umumnya terjadi dari November hingga April, angin monsoon biasanya bertiup dari Timur Laut sepanjang pantai RRT dan mengarah ke Teluk Tonkin, meningkatkan banyak kelembaban  yang menyebabkan dampak, musim dingin di sebagian besar Vietnam adalah kering. Suhu tahunan rata-rata umumnya lebih tinggi di dataran rendah daripada di pegunungan dan dataran tinggi. waktu angin muson Timur Laut yang bertiup pada musim dingin jumlah ini menjadi 3048 mm setahun.
Wilayah Vietnam terletak di daerah Tropis, karena itu banyak vegetasi hutan hujan tropis yang hijau sepanjang tahun menutup sebagian besar daerah-daerah yang tinggi, sedangkan daerah-daerah lain yang lebih kering ditumbuhi oleh hutan heterogen bahkan ada yang merupakan daerah savana. Daerah delta sungai Mekong banyak yang tak ada salurannya sehingga merupakan rawa-rawa dengan pohon-pohon manggrove.

D.    Penduduk Vietnam


 

clip_image002[5]


Penduduk Vietnam didominasi oleh suku bangsa Vietnam (+90%) sehingga masyarakatnya relatif homogen. Vietnam mempunyai sejarah perjuangan yang panjang dengan karakter masyarakat yang ulet dan pekerja keras. Bahasa nasional yang digunakan adalah bahasa Vietnam, bahasa kedua adalah bahasa Inggris. Jumlah penduduk Negara Vietnam pada tahun 2014 menurut Central Inteligence Agency  sebesar 93.421.880 jiwa.
Disamping itu ada 37 suku minoritas termasuk orang Montagnard ialah penduduk pegunungan selatan dari orang Muong Tay, Nung dan Meo di bagian utara. Orang China, Thai dan khmer  bersama kira-kira merupakan 5% dari penduduk. Bagian-bagian Vietnam yang padat penduduknya ialah sekitar kota Hanoi dan delta sungai Merah di sebelah utara dan sekitar Saigon dan delta sungai Mekong disebelah selatan.
Vietnam merupakan tempat pertemuan agama-agama besar, agama Hindu dan Budha masuk dari India, dari China datang kongfuchu dan agama Khatolik Romawi dibawa oleh para misionaris dari Perancis. Agama Hindu dan Tao dilaksanakan secara luas. Chaoda merupakan cabang dari agama Budha.

E.    Kegiatan Ekonomi Vietnam

1.    Pertanian

a.    Beras
Beras memainkan peran paling penting di antara komoditas-komoditas pertanian di Vietnam dalam hal keamanan pangan, lapangan kerja dan upah pedesaan, serta pendapatan ekspor. Beras ditanam di separuh tanah pertanian dan melibatkan hampir 80% populasi pertanian.
Vietnam merupakan salah satu eksportir beras terbesar di dunia. Pada tahun 2010, ekspor beras Vietnam mencapai rekor tertinggi dengan total volume ekspor beras mencapai 6 juta ton, tahun 2011 mencapai 6,8 juta ton. Sementara itu, dalam 9 (sembilan) bulan pertama 2012, Vietnam telah ekspor 6 juta ton beras senilai US$ 2,6 miliar, dan ditargetkan ekspor beras Vietnam hingga akhir tahun akan mencapai 7,1 juta ton dengan nilai USD 3,65 miliar.
Vietnam merupakan negara nomor dua setelah Thailand sebagai eksportir beras terbesar. Importir utama beras Vietnam meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Irak, Kuba dan Afrika.
b.    Kopi
Kopi merupakan salah satu ekspor pertanian Vietnam yang paling penting. Vietnam sangat kompetitif sebagai produsen kopi karena kondisi lingkungan dan iklim yang ideal, biaya produksi yang rendah, dan hasil panennya merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Kopi merupakan komoditi ekspor yang cukup menjanjikan bagi Vietnam, yang memiliki lahan tanam kopi seluas 521.000 hektar dengan produksi rata-rata 1,2-1,5 juta ton per tahun.
Menurut sumber International Coffee Organisation (ICO),Vietnam telah mengambil alih posisi Brazil menjadi  eksportir kopi terbesar di dunia. Sejak bulan Januari – Juli 2012 Vietnam telah mengekspor 1,2 juta ton kopi atau senilai US$ 2,5 miliar.  Volume ekspor meningkat 31,6% dan nilainya naik 25,4%. Harga ekspor kopi robusta rata-rata mencapai US$ 2.154 per ton atau naik 2,57% dibanding tujuh bulan pertama tahun 2011. Pada tahun 2010, volume ekspor mencapai 1,173 juta ton (US$ 1,76 miliar); tahun 2011  mencapai 1,2 juta ton (US$ 2,7 miliar).
Vietnam Coffee and Cacao Association (VICOFA) mengatakan bahwa ekspor kopi Arabika telah meningkat pesat dari tahun ke tahun, dari 24.000 ton pada 2009 menjadi 41.000 ton pada 2010 dan 50.000 ton pada 2011. Harga ekspor naik hampir dua kali lipat, dari US$ 2.313 per ton pada 2009 menjadi US$ 4.261 per ton pada tahun 2011.
Vietnam mengekspor biji kopi ke 90 negara, di mana 16 di antaranya mencakup 79% total ekspor biji kopi Vietnam. Dua pasar besar di Asia – Jepang dan Korea – juga merupakan pelanggan penting Vietnam. Pasar tetap di kalangan negara-negara Asia Tenggara adalah Filipina, Malaysia, dan baru-baru ini, Indonesia.
Jerman merupakan pelanggan terbesar Vietnam, Amerika Serikat merupakan pembeli terbesar kedua kopi hijau Vietnam (setelah Jerman) dan mencakup 16 persen total ekspor kopi hijau Vietnam. Vietnam juga mengekspor sejumlah kecil kopi panggang bubuk dan campuran kopi 3-in-1 ke Amerika Serikat.
Penjualan Vietnam tidak terbatas pada pasar utama di Eropa dan AS. Ia memiiki pasar yang beragam dan berkelanjutan,mengekspor ke negara-negara Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan ASEAN.
c.    Buah-buahan dan Sayuran
Berkat keunggulan kondisi alam dan karakteristik iklim masing-masing wilayah yang menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi keanekaragaman buah-buahan dan sayuran, kedua jenis tanaman Vietnam ini telah mengalami pekembangan pesat. Ekspor Vietnam telah tumbuh dengan kuat sejak awal tahun 1990-an. Ekspor utama produk buah-buahan dan sayuran negara ini meliputi buah-buahan kaleng, buah-buahan kering, gherkin (serupa dengan mentimun), buah naga, lengkeng, durian, anggur, serta sayuran segar dan kering. Pada tahun 2004 hingga 2009, total pendapatan ekspor mendekati US$ 2 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 20% per tahun. Pada tahun 2009, Vietnam mengekspor US$ 439 juta buah-buahan dan sayuran sedangkan pendapatan ekspor 6 bulan pertama mencapai US$ 222 juta, sebuah peningkatan sebesar 6% dibanding periode yang sama tahun lalu. (Sumber: Departemen Umum Bea CukaiVietnam).
Vietnam telah menetapkan target untuk mengekspor buah-buahan, sayuran dan bunga senilai US$ 760 juta pada tahun 2010, senilai US$ 600 juta pada tahun 2011. Ditargetkan akan mencapai US$ 1,2 miliar pada tahun 2020. Baru-baru ini, berkat usaha terus-menerus eksportir yang menjelajahi pasar-pasar baru, buah-buahan dan sayuran Vietnam dijual di 50 negara. Sekitar 40% pendapatan ekspor diperoleh dari AS, Negeri Belanda, Rusia, Cina, Jepang, Taiwan, Jerman, Prancis, Inggris, Ukraina, Kanada, Korea Selatan, Singapura dan Thailand. Penjualan ke Cina, Rusia, Taiwan dan Jepang sangat besar.
d.    Karet
Vietnam, eksportir kelima terbesar karet alam, mengekspor 90% karetnya, salah satu ekspor pertanian paling penting Vietnam.
Pada tahun 2009, Vietnam menanam 640.000 hektar karet dan mengekspor 680.000 ton senilai US$ 1,2 miliar ke 70 pasar. Ekspor karet tahun 2010 mencapai 780.000 ton, senilai US$ 2,3 miliar, tahun 2011 mencapai 827.000 ton (US$ 3,2 miliar). Diperkirakan ekpor volume karet akan naik 14% menjadi 920.000 ton pada tahun 2012.
Hampir seluruh pasar ekspor untuk karet Vietnam mengalami pertumbuhan dramatis. Cina, pembeli terbesar karet Vietnam, menyumbang pendapatan sebesar US$ 378 juta, Jepang sebesar US$ 14 juta, dan AS menyumbang sebesar US$ 17 juta. Hal yang patut dicatat adalah di luar pasar  tradisional, Vietnam telah menarik pasar-pasar baru, termasuk Indonesia, Rusia, dan Ceko, yang paling baru Polandia juga telah membeli karet Vietnam. Rencana pemerintah untuk Vietnam adalah menanam 800.000 hektar karet pada tahun 2020, mencapai output lateks sebesar 1,2 juta ton dan meraih nilai ekspor sebesar US$ 2 miliar.

2.    Perikanan

Vietnam, yang merupakan salah satu dari sepuluh eksportir terbesar produk perikanan, beruntung memiliki garis pantai yang luar biasa panjang sejauh 3.300 km dan wilayah pasang surut yang luas, yang merupakan kondisi yang baik untuk perikanan laut. Vietnam juga memiliki wilayah luas air tawar dan payau yang cocok untuk budidaya air. Perikanan lepas pantai, pantai dan air tawar, serta budidaya air seluruhnya berkontribusi pada produksi. Produk-produk lautnya meliputi ikan, udang, cumi-cumi, sotong, dan kerang-kerangan. Sektor perikanan selama beberapa waktu berkontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi Vietnam. Selanjutnya, ia menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 3 juta orang dan membantu mengurangi kemiskinan sembari meningkatkan keamanan pangan dan keselamatan pangan.
Menghasilkan produk-produk perikanan tidak hanya sangat penting bagi konsumsi domestik namun juga sebagai ekspor. Perikanan merupakan salah satu peraih pendapatan ekspor terbesar Vietnam, hanya dikalahkan oleh minyak mentah, tekstil dan garmen, serta alas kaki.
Pada tahun 2010, nilai ekspor perikanan Vietnam mencapai US$ 4,9 miliar, dan tahun 2011 mencapai US$ 6,1 miliar. Pada tahun 2012, nilai ekspor perikanan diperkirakan tumbuh sebesar 10,6%  mencapai rekor US $ 6,8 miliar pada tahun 2012. Ekspor diharapkan mencapai lebih dari US$ 2 miliar, sementara jenis udang mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar. Sembilan puluh negara mengimpor produk perikanan Vietnam, di mana AS menjadi yang terbesar, diikuti oleh UE, Jepang, Cina, Korea Selatan, Hongkong, dan Taiwan.

3.    Industri

a.    Tekstil dan Garmen
Tekstil dan garmen merupakan salah satu sektor ekspor paling penting Vietnam. Dengan 2 juta pekerja, seperempat dari seluruh lapangan kerja industri dan 2.500 perusahaan, industri tekstil dan pakaian menjadi sumber utama lapangan kerja industri, terutama untuk kaum perempuan, dan merupakan industri terkemuka untuk industrialisasi dan pertumbuhan keseluruhan.
Sejak masuknya Vietnam ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada bulan Januari 2007 dan ekspor yang meningkat dengan pesat sebagai hasilnya, industri tekstil dan garmen Vietnam, peraih devisa terbesar negara, mengalami penurunan pada tahun 2009. Vietnam – dengan nilai ekspor US$ 7,8 miliar pada tahun 2007 (naik dua kali lipat dari tahun 2004) – menempati posisi ke-9 di antara para eksportir tekstil dan garmen terbesar dunia.
Meskipun awal tahun 2009 berjalan relatif lamban bagi eksportir garmen dan tekstil Vietnam, kinerja paruh keduanya membaik sehingga ekspor tahun 2009 secara keseluruhan sama dengan tahun 2008 tercatat US$ 9 miliar. Banyak eksportir tekstil dan garmen yang berusaha meluaskan pasar ekspornya ke Timur Tengah, Eropa Timur, Amerika Selatan dan Taiwan. Pertumbuhannya sangat luar biasa selama 10 tahun terakhir, rata-rata 20% per tahun dalam pengertian nilai.
Ekspor tekstil dan garmen Vietnam mencapai US$ 11,2 miliar pada tahun 2010, naik 18% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2009 dan mencapai US$ 14 miliar untuk tahun 2011 dan diperkirakan mencapai US$ 25 miliar pada tahun 2020. Importir utama tekstil dan garmen Vietnam adalah AS, Jepang dan Jerman.
b.  Produk Alas Kaki dan Kulit
Produk alas kaki dan kulit muncul sepanjang satu dekade silam sebagai salah satu sektor ekspor paling penting Vietnam.
Tenaga kerja yang terampil dan besar sebanyak 650.000 merupakan salah satu faktor yang membuat industri kulit dan alas kaki kompetitif. Selanjutnya, biaya tenaga kerja di Vietnam diramalkan akan tetap kompetitif setidaknya sampai tahun 2025.
Vietnam meraih US$ 5,07 miliar dari mengeskpor produk kulit dan alas kaki selama  tahun 2010, meningkat sebesar 24,9% dari periode yang sama tahun 2009.
Membanjirnya pesanan, 500 usaha di sektor kulit dan alas kaki merasa yakin bahwa kinerja mereka akan membantu sektor ini mencapai target. Pada tahun 2011 ekspor komoditi tersebut sebesar US$ 6,5 miliar. Importir terbesar produk kulit dan alas kaki Vietnam adalah AS, UE dan Jepang. Kebanyakan perusahaan Vietnam beroperasi atas dasar kontrak pengolahan di mana mitra asing memasok bahan dan desain lalu memasarkan produk jadinya. Ekspor utamanya adalah sepatu olahraga, sepatu kulit, dan sepatu kain, di mana sepatu olahraga memegang pangsa produksi dan ekspor terbesar.
b.    Elektronik, Komputer dan Komponen
Vietnam telah keluar dari fase pabrikan komponen komputer dan elektronik kecil yang tumbuh dengan pesat menjadi salah satu pengekspor utamanya. Ceruk produk ini sekarang semakin banyak berkontribusi pada pembangunan ekspor Vietnam. Nilai ekspor sebesar US$ 3 miliar pada tahun 2010, dan sebesar US$ 4,46 miliar pada tahun 2011 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 27 % per tahun.
Sepuluh tahun terakhir ini menjadi saksi peningkatan tajam total nilai ekspor, terutama pada tahun 2004 dengan pertumbuhan lebih dari 60 % dibanding tahun 2003. Tahun ini juga menandai sebuah terobosan dengan nilai ekspor melebihi US$ 1 miliar. Produk-produk ini juga membawa masuk US$ 2,7 miliar pada tahun 2008 dan US$ 2,8 miliar pada tahun 2009.
AS, Jepang dan Korea merupakan pasar utama yang mendorong pertumbuhan keseluruhan Vietnam di sektor ekspor ini hingga mencapai tingkat yang sangat tinggi. Peluang diversifikasi kemungkinan terdapat di Cina, Hongkong, Taiwan dan UE, terutama integrasi ekonomi yang disebutkan terakhir dengan Hongaria, Polandia, Slowakia, dan Republik Ceko.

F.    Pendidikan Negara Vietnam

Pendidikan umum di Vietnam diberikan dalam 5 kategori: TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Pelajaran sebagaian besar diajarkan dalam Bahasa Vietnam. Sekolah negeri dalam jumlah besar telah dipersiapkan di kota-kota besar, kecil dan pedesaan untuk kepentingan menaikkan tingkat melek huruf nasional. Ada banyak universitas-universitas spesialis yang didirikan untuk mengembangkan tenaga kerja nasional yang luas dan terampil. Kebanyakan orang Vietnam menempuh jalur univeristas di Ho Chi Minh City dan Hanoi. Menghadapi masalah serius, sistem pendidikan Vietnam sedang dalam proses reformasi menyeluruh yang diluncurkan oleh pemerintah.
Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di vietnam, misalnya pemerintah membuka ruang kepada setiap jenjang pendidikan untuk mengembangkan potensinya masing-masing baik dari tingkat pendidikan dasar sampai Perguruan Tinggi. Khusus di perguruan tinggi melalaui kebijakan kurikulum memberikan kesempatan kepada para dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan keahlian sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya baik di bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian pada masyarakat serta pemikiran mandiri dan menghormati perbedaan kepribadian. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pada aspek kognisi di setiap jenjang pendidikan, pemerintah melalui pengelola satuan/unit pendidikan memberikan bantuan dan perhatian yang khusus dalam hal pengembangan perpustakaan, kurikulum, dan metode pengajaran.
Sistem pendidikan di Vietnam sekarang dipengaruhi oleh sistem pendidikan di Perancis. Mereka sudah menerapkan system itu misalnya, jenjang pendidikan, kurikulum, dan adanya pendidikan reguler dan non reguler untuk di SMP dan SMA/SMK.

G.    Politik Negara Vietnam

clip_image001
Republik Sosialis Vietnam adalah sebuah partai tunggal negara. Sebuah konstitusi baru disahkan pada April 1992. Peran sentral Partai Komunis Vietnam disertakan kembali dalam semua organ-organ pemerintah, politik dan masyarakat. Hanya organisasi poltik yang bekerjasama atau didukung oleh Partai Komunis diperbolehkan ikut dalam pemilihan umum. Ini termasuk Vietnam Fatherland Front, partai serikat pedagang dan pekerja anggota serikat buruh. Meskipun negara tetap secara resmi berkomitmen untuk sosialisme sebagai kredo yang menentukan, pentingnya ideologi telah secara substansial berkurang sejak tahun 1990.
Presiden Vietnam adalah kepala negara tituler dan nominal adalah panglima tertinggi militer Vietnam, menduduki Dewan Nasional Pertahanan dan Keamanan. Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung, adalah kepala pemerintahan, memimpin sebuah dewan menteri yang terdiri dari tiga wakil perdana menteri dan kepala 26 kementerian dan komisi. Majelis Nasional Vietnam adalah legislatif tunggal pemerintah, terdiri dari 498 anggota. Hal ini lebih unggul baik cabang eksekutif dan yudisial. Semua anggota dewan menteri berasal dari Majelis Nasional. Mahkamah Agung Rakyat adalah Pengadilan Vietnam, yang merupakan pengadilan tertinggi di banding bangsa, juga bertanggung jawab kepada Majelis Nasional.
Di bawah Mahkamah Agung Rakyat adalah Pengadilan Kotamadya Propinsi dan Pengadilan Daerah Vietnam. Pengadilan Militer Vietnam juga cabang adjudikatif yang kuat dengan kewenangan khusus dalam hal keamanan nasional. Semua organ-organ pemerintah Vietnam dikontrol oleh Partai Komunis. ditunjuk pemerintah Kebanyakan anggota partai. Sekretaris Jenderal Partai Komunis mungkin adalah salah satu pemimpin politik terpenting di Vietnam, mengontrol organisasi nasional partai dan perjanjian-perjanjian negara, juga mengatur undang-undang.
Rakyat Vietnam's Army (VPA) adalah nama resmi untuk layanan militer gabungan dari Vietnam, yang diselenggarakan sepanjang baris Rakyat Cina Tentara Pembebasan. VPA adalah lebih lanjut dibagi menjadi Angkatan Darat Rakyat Vietnam (termasuk Strategis Angkatan Belakang dan Angkatan Pertahanan Perbatasan), Rakyat Vietnam Angkatan Laut, Udara Rakyat Vietnam Angkatan dan Coast Guard Rakyat Vietnam.
Melalui sejarah Vietnam, VPA telah aktif terlibat dalam angkatan kerja Vietnam untuk mengembangkan ekonomi Vietnam, dalam upaya untuk mengkoordinasikan pertahanan nasional dan ekonomi. VPA dilibatkan dalam bidang-bidang seperti industri, pertanian, kehutanan, perikanan dan telekomunikasi. Total kekuatan VPA mendekati 500.000 perwira dan tamtama anggota. Pemerintah juga mengorganisasikan dan menjaga milisi dan pasukan polisi propinsi. Peran militer dalam kehidupan publik telah terus berkurang sejak 1980-an.

H.    Potensi Bencana Vietnam

Bencana di Vietnam hampir sama dengan yang ada di Indonesia misalnya adalah Banjir, tanah longsor dan angin topan. Banjir di Vietnam terjadi karena kondisi cuaca yang tak tentu, yaitu hujan turun dengan lebat dan mengakibatkan banjir. Bencana banjir yang terjadi telah memakan banyak korban dan kerugian harta dan benda. Salah satu contoh bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 17 November 2013 mengakibatkan 28 orang tewas, sembilan orang hilang dan sekitar 80.000 orang harus kehilangan tempat tinggalnya dan banjir tersebut juga mengakibatkan hancurnya panen kopi di Vietnam.
Topan Haiyan sebelumnya juga telah mengakibatkan bencana besar di Filipina yang mengakibatkan ribuan orang tewas. Kantor berita Reuters melaporkan kondisi cuaca buruk di Vietnam telah menggganggu panen kopi dan proses pengeringan produk kacang di wilayah dataran tinggi tengah Vietnam. Vietnam selama ini dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi robusta terbesar di dunia. Produk kopi robusta negara itu mencapai 17 persen dari jumlah keseluruhan produk di kopi robusta di dunia.

I.    Bergabungnya Vietnam dalam Organisasi ASEAN

Bergabung Vietnam sebagai anggota resmi ASEAN telah mendatangkan banyak dampak positif bagi negara tersebut. Vietnam sendiri resmi menjadi anggota ASEAN pada tahun 1995, sebenarnya faktor utama vietnam masuk ASEAN berasal dari rencana reformasi ( doi moi ), yang diumumkan Partai Komunis Vietnam pada tahun 1986. Namun ternyata keikutsertaan Partai Komunis Vietnam ini membawa banyak dampak positif. Salah satunya adalah terciptanya hubungan baik antar Vietnam dengan negara ASEAN.
Vietnam sendiri, kepentingan hubungannya dengan ASEAn terkait untuk menciptakan lingkungan yang damai dan aman, yang pada waktu itu sangat diperlukan setelah berakhirnya perang dingin. Selain itu juga karena posisi Vietnam yang berada pada perbatasan antara Asia Pasifik dengan dunia. Bergabungnya Vietnam sebagai anggota baru ASEAN telah membantu Vietnam menjamin kondisi eksternal yang mendukung reformasi politik dan ekonomi, meningkatkan kerja sama Vietnam dengan negara lain.
Dari segi ekonomi, pertumbuhan GDP rata-rata pertahun selama periode 1991-1995 sangat meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 8,2%. Tingkat pertumbuhan dalam total produksi di Vietnam juga meningkat sebesar 10% sejak 1991 dan semakin meningkat pada 1995. Selain itu pembangunan yang konstan dalam bidang sosial dan ekonomi, melimpahnya tenaga buruh yang murah, serta meningkatnya keamanan sosial.

J.    Kerjasama Vietnam dengan Indonesia

Indonesia dan Vietnam mendorong momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan membangun industri yang bernilai tambah dan investasi. Kesamaan faktor penguat ekonomi dan tantangan  yang dihadapi dinilai bisa meningkatkan kerjasama diantara kedua negara. Demikian dikatakan Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, dalam Forum Bisnis dengan delegasi Vietnam yang dipimpin langsung presidennya, Truong Tan Sang di Jakarta, (28/6).
Indonesia dan Vietnam memang memiliki banyak kesamaan dan sebenarnya bisa saling melengkapi. Sekarang ini, baik Indonesia maupun Vietnam tengah membangun ekonomi kuat yang didasarkan pada industri yang bernilai tambah. Pasar domestik yang cukup besar dengan pertumbuhan kelas menengah memiliki peranan penting untuk menumbuhkan industri dan memperkuat daya beli barang-barang konsumsi. Kadin mencatat, total perdagangan tahun lalu diantara kedua negara hampir mencapai Rp 5 miliar.

0

Posting Komentar