18.10.17

Geografi Afrika Selatan

Afrika Selatan merupakan salah satu negara yang berada di Benua Afrika. Negara ini terletak pada letak astronomi 230 LS-350 LS dan 180 BT-330 BT. Letak geografis dari negara ini adalah pada bagian utara berbatasan dengan negara Namibia, Botswana, dan Zimbabwe ; pada bagian timur berbatasan dengan Mozambique, Swaziland, dan Samudera Hindia ; pada bagian selatan berbatasan dengan Samudera Hindia ; serta pada bagian baratnya berbatasan dengan Samudera Atlantik. Negara ini memiliki wilayah seluas 1.223.208 km2.

africa

Negara Afrika selatan merupakan negara yang sistem pemerintahannya berbentuk Republik dengan bentuk Negara Kesatuan dengan sistem pemerintahan Presidensial. Kabinet Presidensial adalah suatu kabinet yang pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh Presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai kepala pemerintah, sehingga para menteri tidak bertanggungjawab kepada parlemen/DPR, melainkan kepada Presiden. Afrika Selatan memiliki ibu kota di Pretoria (Eksekutif), Cape Town (Legislatif), dan Bloemfontein (Yudikatif). Di Afrika Selatan bahasa resmi yang sering digunakan adalah bahasa Inggris dan Afrikaans. Agama yang dianut oleh warga negaranya beranekaragam yaitu seperti Agama Protestan, Katolik Roma, Yahudi, Islam, dan Hindu. Satuan mata uang di negara ini adalah Rand (R).

Afrika Selatan menganut sistem politik Multipartai yaitu memiliki banyak partai politik. Namun di Afrika Selatan terdapat tujuh partai utama yakni :African Cristian democratic Party (ACDP), African National Congress (ANC), Demicratic Alliance (DA), Freedom Front Plus (FF+), Inkhata Freedom Party (IFP), Pan-Africanist Congress (PAC), dan United Democratic Movements (UDM).

The African National Congress (ANC) adalah partai mayoritas di Afrika Selatan dengan menduduki 249 dari 400 kursi Majelis Nasional. Partai ini menguasai delapan dari sembilan provinsi, dengan pengecualian dari Western Cape, di mana Aliansi Demokratik telah berkuasa sejak Pemilu 2009. Pada tahun 2014, DA dijamin 59.38% suara provinsi.

A. Kondisi Fisiografis

Afrika Selatan yang berada di ujung selatan Benua Afrika ini memiliki bentuk memiliki 3 bentuk kenampakan fisik. Pada bagian utara terdapat dataran tinggi Karro dimana terletak di selatan Gurun Kalahari dengan ketinggian sekitar 1.800 - 6.000 kaki. Di bagian tengah terdapat jajaran Pegunungan Drakenberg memiliki ketinggian sekitar 6.000 - di atas 12.000 kaki yang membentang dari timur laut sampai selatan dengan puncak tertinggi pada Gunung Thabana Nilenyana dan terdapat tebing-tebing yang curam pada sisi pegunungan tersebut. Kemudian bagian terluar terdapat dataran rendah/ pesisir pantai dengan ketinggian berada pada 0 - 1.800 kaki.

B. Keadaan Iklim

a. Zona 1 : Hot arid / panas gersang

Wilayah ini memiliki curah hujan yang rendah yaitu sekitar 350mm per tahun dan sangat kering. Hujan jatuh selama musim panas di utara dan selama musim dingin di selatan. Perpanjangan masa kekeringan adalah kejadian biasa. Suhu siang hari adalah 38oC-45oC, dengan kelembaban sedikit. Suhu waktu malam turun drastis dan es adalah kejadian biasa di musim dingin. Salju mungkin parah di daerah selatan dan terjadi selama akhir musim gugur ke musim semi.

b. Zona 2 : Mediterranean

Zona 2 berkorelasi dengan pola hujan musim dingin (350-1000mm per tahun), biasanya antara akhir musim gugur dan awal musim semi. Musim panas yang panas dan kering dengan kekeringan periodik dengan suhu siang hari rata-rata di bawah 30oC. Seperti kebanyakan dari SA, es terjadi lebih ke arah pedalaman daripada di pantai. Daerah ini memiliki iklim yang mirip dengan utara dan selatan Mediterania California.

c. Zona 3 : Cool Subtropical

Zona ini berisi potongan besar dari fynbos bioma dan hutan pegunungan dari Afrika Selatan. Daerah ini adalah wilayah pesisir yang hangat kondisi wilayah lembab dengan suhu rata-rata 18oC ke 24oC. Curah hujan terjadi sepanjang tahun yaitu sekitar 750-1250mm per tahun dengan hujan terberat selama pertengahan musim panas dan pertengahan musim gugur. Frost tidak terjadi di sepanjang pantai, tapi ke arah daratan dan di sekitar pegunungan selama pertengahan April hingga awal Oktober.

d. Zona 4 : Warm Subtropical

Ini adalah zona yang ideal untuk kebun dengan, pola curah hujan iklim dan musim panas yang lembab dan panas. Suhu rata-rata adalah 20oC ke 23oC dan 750 – 1250 mm dari curah hujan tahunan. Juli-September adalah hangat dan cerah dengan sedikit hujan. Suhu malam tidak jatuh di bawah 15oC - hal yang baik untuk tumbuh paprika. Beberapa daerah pedalaman mengalami beku, tetapi zona terutama es gratis.

e. Zona 5 : Warm Semi-Arid

Suhu musim panas rata-rata adalah mid-30oC atau lebih tinggi. Hujan musiman dan terjadi terutama selama musim panas, 250-850 mm per tahun, dengan lebih banyak hujan menuju pantai. Perpanjangan masa kekeringan yang parah dapat terjadi jauh dari pantai. Di bagian utara beku dibatasi untuk Juli, namun dapat terjadi sepanjang musim dingin di selatan dan dapat berat sekitar pegunungan

C. Potensi Wisata

Afrika Selatan menyimpan berbagai macam potensi wisata yang akan memanjakan para wisatawan. Negara ini memiliki beberapa tempat yang terpopuler seperti diantaranya adalah Cape of good hope, Garden route, Johannesburg, Pantai durban, Soweto, Kruger Park, Table Mountain, Robben Island, V & A Waterfront, Sun City Resort, Desa Budaya, The Cradle of the HumanKind, dll.

a. Cape of Good Hope

Daratan bebatuan yang terletak di pantai Samudera Atlantik di Cape Peninsula, merupakan salah satu atraksi wisata yang dimiliki oleh Cape Town. Cape of Good Hope telah menjadi bagian dari taman nasional Table Mountain.

Tanjung harapan

b. Garden Route

Garden Route merupakan sebuah wilayah yang berada sekitar 200 km dari kota George. Berpredikat sebagai tempat terindah di Afrika Selatan. Keindahan alam hijau Afrika yang spektakuler dapat dinikmati di tempat ini.

c. Johannesburg

johannesburg

Kota ini menjadi daya tarik wisatawan ke wilayah ini yaitu museum Afrika yang bercerita tentang sejarah kota Johannesburg; Golden Reef City, taman hiburan yang bertemakan kehidupan pertambangan pada abad 19; Johannesburg Art Gallery yang memamerkan koleksi lukisan Afrika Selatan dan Eropa; Sandton City, bagi mereka yang gemar berbelanja; serta Rosebank Flea Market yang menawarkan barang-barang kerajinan khas Afrika.

D. Potensi Bencana

Berdasarkan diagram batang di atas selama tahun 1980 – 2010 tercatat paling banyak terjadi bencana yang terjadi di Afrika Selatan adalah bencana banjir dan paling rendah adalah pergerakan massa basah tanah. Dimana dari bencana banjir tersebut paling banyak memakan korban adalah bencana banjr pada tahun 1987. Dapat dilihat pula bahwa setiap tahunnya terjadi pengurangan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir tersebut yang berarti mitigasi bencana yang ada di wilayah tersebut semakin membaik tiap tahun.

Tingkat kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari adanya bencana yang terjadi di Afrika Selatan ini sangat besar dan paling banyak dikarenakan bencana kekeringan dimana kebutuhan akan air meningkat dan untuk itu maka uang yang harus dikeluarkan sebesar 1.000.000.000 US$. Sedangkan paling sedikit adalah pada bencana badai petir dimana biaya yang dikeluarkan sebesar 50.000.000 US$.

E. Keadaan Ekonomi

Afrika Selatan merupakan negara yang memiliki Kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Afrika. Dalam bidang ekonomi sendiri Afrika Selatan memasok 25% GNP yang ada di Afrika dan 50% tenaga listrik bagi Benua Afrika serta merupakan 70% penghasil emas terbesar di dunia selain platinum, permata,asbestos, uranium.

a. Industri

south africa mining

Dalam hal industri, Afrika Selatan memiiki kota-kota besar yang menunjang kegiatan ekonominya seperti di Pretoria, Johannesberg, Cape Town, Durban, dan Port Elizabeth. Produk Industri yang ada antara lain tambang platinum, emas, chrominium, (terbesar di dunia) Otomotif assembling, perangkat otomotif, logam, mesin, tekstil, besi dan baja, kimia, pupuk, dan produk makanan.

b. Pertanian

south africa agriculuture

Afrika Selatan memilik potensi pertanian yang cukup besar. Dimana dengan keadaaan iklim yang beraneka ragam di setiap daerahnya maka di Afrika Selatan bagian timur lebih banyak ditemukan pertenian karena curah hujan yang ada di sana cukup tinggi. Hasil pertanian yang ada di Afrika Selatan yaitu berupa jagung, gandum, gula, buah-buahan, sayuran, daging, poultry, multon, susu dan wool.

F. Keadaan Sosial Kependudukan

Afrika Selatan dalam hal kependudukan dapat juga dikatakan memiliki tingkat penduduk yang cukup banyak jika kita lihat dengan luas wilayah yang dimiliki oleh Afrika Selatan. Dengan tingkat jumlah penduduk yang cukup banyak Afrika Selatan menepati posisi ke 26 kaitannya dengan jumlah penduduk yang dimiliki. Namun dengan jumlah yang cukup banyak kurang lebih 48.810.247 jiwa pada tahun 2014, masyarakat Afrika Selatan sebagian besar sudah mendapatkan kesejahteraan yang cukup. Karena perlu diketahui bahwa pendapatan Afrika Selatan cukup tinggi sehingga negara tersebut dapat memberikan kesejahteraan cukup bagi penduduknya.

Beberapa suku dan etnis yang ada di Afrika Selatan antara lain suku Asli Afrika 79.6%, kulit putih 9.2%, kulit berwarna 8.9%, dan keturunan india/Asia 2.5%. Agama yang ada di Afrika Selatan Kristen Zion 11.1%, Pantecosta 8.2%, Katolik 7.1%, Kristen Methodist 6.8%, Dutch Reformed 6.7%, Anglikan 3.8%, Kristen lainnya 36%, Islam 1.5%, dan Lainnya Tidak Beragama 18.8%.

Di Afrika Selatan sendiri populasi terpadat berada di Wilayah Geuteng dengan kota Pretoria dan Johanesburg yang merupakan kota pusat industri dan perdagangan internasional. Sehingga Kota ini menjadi kota terpadat penduduknya dengan presentase sebesar 23,7 %. Wilayah terpadat kedua adalah Kha-Zhulu-Natal yang juga merupakan wilayah dengan industri terbilang tinggi.

a. Budaya

Penjara Pulau Robben yang menampung para tahanan politik era apartheid, termasuk Nelson Mandela, kini merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Pergaulan bebas di kalangan masyarakat Afrika Selatan di kawasan-kawasan perkotaan dan penindasan budaya kaum kulit hitam sewaktu era apartheid telah mengakibatkan hilangnya cara hidup lama di kota-kota di sini. Namun, budaya kulit hitam masih ada di kawasan pedesaan. Beberapa perbedaan budaya tetap ada di antara etnis-etnis di sana, seperti adat perkawinan dan hukum adat mereka. Tetapi pada umumnya, tradisi masyarakat kulit hitam adalah berlandaskan kepercayaan kepada dewa-dewa yang perkasa serta maskulin, semangat nenek-moyang dan kuasa-kuasa gaib. Poligami juga dibenarkan dan "lobolo" (mas kawin) biasanya akan dibayar. Kerbau memainkan peranan penting dalam kebanyakan budaya, sebagai simbol kekayaan dan hewan korban. Kesenian Afrika Selatan dapat dilihat dari berbagai lukisan gua dan batu oleh suku San, beberapa di antaranya dilukis sejak 26.000 tahun yang lalu. Manik-manik yang direka secara teliti oleh suku Zulu juga merupakan kerajinan tangan yang populer di negara ini. Sayangnya, budaya kaum kulit hitam telah dihapus sewaktu era-apartheid. Tradisi sehari-hari yang berkaitan erat dengan tradisi dan budaya kaum kulit hitam telah diabaikan dan juga dihapuskan. Contoh yang paling ketara adalah pemusnahan "District Six", suatu kawasan multibudaya di Cape Town dan Sophiatown di Johannesburg, di mana banyak pemusik-pemusik terkenal internasional berkumpul dan mengasah kemahiran mereka. Antara kelompok musik terkenal termasuklah Ladysmith Black Mambazo yang berhasil membawa musik Afrika Selatan ke dunia Barat, sebelum dan juga selepas apartheid.

Dari segi makanan, bistik atau sosis boerewors, sayur rebus dan chips (kentang goreng) adalah makanan utama, dan makanan yang lebih menantang, di sini mengarah lebih kepada daging. Makanan kaum Afrika jarang dijual di restoran-restoran, walaupun orang-orang dapat mendapatkan nasi yang murah dari gerai-gerai di perkotaan. Bir dan brandy merupakan minuman paling popular di kalangan masyarakatnya, dan anggur semakin popular di sini.

Alat music Kalimba atau juga di sebut thumb piano (piano jempol) adalah alat musik perkusi. Alat musik ini merupakan versi modern dari alat musi tradisonal Afrika Selatan bernama mbira. Terdiri dari sebuah kotak resonator berongga dengan tuts-tuts logam yang menempel ke bagian atas untuk memeberikan not-not berbeda. Instrumen ini berhasil menarik perhatia grup musik Earth Wind and Fire untuk membuat, serta menyanyikan sebuah lagu khusus berjudul Kalimba Story, yang liriknya bercerita tentang alat ini dan tentunya tidak lupa sembari menyisipkan nada-nada dari instrumen unik yang satu ini.

b. Pendidikan

Di Afrika Selatan, masa sekolah adalah selama 13 tahun. Namun, tahun pertama pendidikan atau tingkat 0 dan tiga tahun terakhir yaitu dari tingkat 10 hingga tingkat 12 yang diwajibkan. Kebanyakan sekolah dasar menawarkan tingkat 0 atau awal dari pertama sekolah. Tetapi tingkat ini dapat juga dibuat di TK. Lazimnya untuk memasuki universitas, seseorang wajib lulus masa sekolah dasar dengan minimum tiga mata pelajaran bernilai tinggi dan bukan sekadar lulus (standar). Malah beberapa universitas prestisius akan mengenakan syarat akademik yang lebih tinggi. Walaupun begitu, mereka yang lulus "National Senior Certificate" layak untuk belajar di "technikon" atau kampus teknikal.

Di bawah sistem apartheid, sistem pendidikannya dirangkai berdasarkan warna kulit yaitu kementerian yang berbeda untuk pelajar kulit putih, berwarna, Asia, dan kaum kulit hitam di luar Bantustan. Pengasingan ini telah menghasilkan 14 kementerian pendidikan yang berbeda di negara ini. Penstrukturan sistem pendidikan selepas era-apartheid merupakan tantangan yang besar bagi pemerintahan negara ini. Pemerintahan baru telah membentuk suatu sistem pendidikan nasional tanpa diskriminasi kaum tetapi menggabungkan 14 kementerian pendidikan merupakan tugas yang sulit. Oleh karena itu pada Februari 1996, Kementerian Pendidikan telah meluncurkan suatu kurikulum baru yang dinamakan "Curriculum 2005". Kurikulum ini yang akan menggantikan dasar pendidikan berdasarkan apartheid, akan memberi tumpuan kepada hasilnya yaitu pelajar akan menjadi lebih proaktif dalam lingkungan di sekitarnya dan juga di dalam masyarakat. Untuk mencapai obyektif ini, pada 1999 pemerintahan telah menyediakan 5,7 persen anggaran belanja untuk sektor pendidikan termasuk membangun 2.000 sekolah-sekolah baru, 65.000 ruang kelas yang baru dan beralatan lengkap, 60.000 guru-guru yang terlatih dan 50 juta buku teks yang dicetak.

Pada 2004, Afrika Selatan mempunyai 366.000 guru dan hampir 28.000 sekolah-sekolah termasuk 390 sekolah khusus dan 1.000 sekolah swasta. Dari jumlah ini, 6.000 adalah sekolah tinggi (tingkat 7 hingga tingkat 12) dan selebihnya adalah sekolah dasar (tingkat 1 hingga tingkat 6). Afrika Selatan juga mempunyai suatu sistem pendidikan tinggi yang maju, yang juga dipisahkan mengikut ras sewaktu era apartheid. Pada 1995 terdapat 385.000 pelajar yang belajar di 21 universitas dan 190.000 pelajar di "technikon" (institut teknikal atau vokasional). Hampir 37 persen adalah dari golongan kulit putih. Tetapi sejak 1994, penyertaan pelajar kulit hitam di universitas-universitas yang dikhususkan untuk pelajar kulit putih telah bertambah secara cepat.

c. Pengangguran

Tingkat pengangguran: 24,7% tahun 2006
Pertumbuhan GDP 2011: 3,1% tahun 2006

Afrika Selatan merupakan negara Afrika berekonomi terbesar sekaligus pemilik tingkat pengangguran tertinggi di antara 50 negara ekonomi terbesar dunia. Tidak seperti kasus di Eropa yang mengalami peningkatan pengangguran pesat, situasi di Afrika Selatan bukanlah kasus baru. Tingkat pengangguran Afrikas Selatan sudah melampaui 20% sejak 1997. Faktor penyebab utama tingginya pengangguran di Afrika Selatan adalah sejarah apartheid negara ini. Menurut Theo Sparreboom, ekonom buruh senior di ILO, apartheid telah menciptakan pasar gelap ketenagakerjaan. Pada triwulan pertama 2012, angka pengangguran melambung hingga 25,2% dibanding triwulan terakhir 2011 yang 'hanya' 23,9%.

Lapangan kerja baru tercipta di sektor ritel dan manufaktur, namun sektor konstruksi, pertambangan dan penggalian ramai-ramai mengurangi jumlah pekerja. Hanya sedikit sekali dari 1 juta orang yang kehilangan pekerjaannya saat resesi telah menemukan pekerjaan baru. Pertumbuhan ekonomi juga tetap di bawah 7%. Tingginya pengangguran juga berakibat meningkatnya utang rumah tangga di Afrika Selatan. Menurut bank sentral, persentasenya mencapai 75% dari penghasilan yang disisihkan. Mereka yang masih bekerja tidak hanya harus menopang anggota keluarga inti, tapi juga saudara-saudaranya. Seperti membayar uang sekolah dan tagihan kesehatan. Para ahli mengkhawatirkan masalah utang Afrika Selatan akan makin memburuk seiring bank-bank terpaksa mengambil pinjaman tak aman/terjamin.

G. Hubungan Afrika Selatan – Indonesia

Afrika Selatan dan Indonesia memiliki berbabagai bentuk kerjasama bilateral seperti diantaranya :

a. Politik

Secara umum hubungan antara RI dan Afrika selatan telah terjalin dengan baik sejak Indonesia mendukung perjuangan ANC menentang Apartheid. Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Afrika Selatan pada tanggal 12 agustus 1994. Hubungan RI-Afrika Selatan saat ini semakin meningkat dengan adanya saling dukung dalam berbagai forum internasional dan saling kunjungan diantara pejabat tinggi kedua Negara.

Pada tanggal 22-24 April 2005 kedua Negara dengan sukses telah menyelenggarakan KTT AA 2005 di Jakarta dan peringatan Jubile KAA 1955 di Bandung Indonesia. Perkembangan kerjasama kedua Negara dalam kerangka Asia Afrika semakin erat dengan adanya skema kerjasama New Asian-African Strategic Partnership (NAASP). Saat ini NAASP telah berhasil memprakarsai berbagai bentuk kerjasama Asia-Afrika baik dalam rangka pembangunan kapasitas SDM maupun bentuk kerjasama lainnya.

Hubungan diplomatik oleh Watap RI dan Watap Afrika Selatan di New York tanggal 22 Agustus 1994. Kepentingan Indonesia di Afrika Selatan, KBRI Pretoria juga merangkap untuk Lesotho. Sebelumnya, Indonesia dan Afrika Selatan telah menyetujui pembukaan hubungan konsuler yang mulai berlaku sejak 10 Februari 1994. Sejak 12 Agustus 1994 LORI-PRETORIA (Liaison Office of the Republic Indonesia) telah berubah statusnya menjadi Kedutaan Besar Republik Indonesia. Sementara itu, tanggal 17 Januari 1995 pemerintah Afrika Selatan secara resmi membuka kantor perwakilannya di Jakarta.

Keanggotaan pada Organisasi Internasional yaitu anggota ACP, AfDB, AU, BIS, C FAO,G-24, G-77, IAEA, IBRD, ACAO, ICC, ICCt, IXFTU, ICRM, IDA, IFAD, IFC, IFRCS, IHO, ILO, IMF, IMO, Interpol, IOC, IOM, ISO, ITU, MONUC, NAM, NSG, OPCW, PCA, SACU, SADC, UN, UNCTAD, UNESCO, UNHCR, UNIDO, UNITAR, UNMEE, UNMIL, UPU, WCL, WCO, WFTU, WHO, WIPO, WMO, WToO, WTrO, dan ZC

b. Ekonomi dan Perdagangan

Hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dan Afrika Selatan berupa ekspor dan impor meliputi:

1. Ekspor ke Indonesia : R1.486.965.000 pada tahun 2006 yang mengalami penurunan 6.3% dari tahun sebelumnya. produk ekspor utamanya meliputi Pulp, alumunium, serat nylon, besi dan metal, permesinan, gula tebu, alat komunikasi, bahan kimia, dan buah-buahan.

2. Impor dari Indonesia : R3.005.139.000 pada tahun 2006 naik sebesar 32.5% dari tahun sebelumnya. produk impor utamanya yaitu karet, palm oil, ban, suku cadang kendaraan bermotor, elektronik, kertas, kopi, pintu kayu, meranti dan furniture.

Potensi pasar bagi produk Indonesia di Afrika Selatan meliputi pasar pakaian wanita dan anak bukan rajutan, plywood-tripleks, perlengkapan kantor, kaca/gelas, bahan kimia, alat komunikasi dan suku cadangnya, kain tenun, kapas, karet, kopi, sepatu, alas kaki, kertas, benang tekstil, perabotan, bahan bangunan, dan yang lainnya.

Hambatan dalam meningkatkan hubungan ekonomi perdagangan dan investasi

1. kurangnya pengetahuan dan pemahaman kedua belah pihak akan potensi hubungan perdagangan dan investasi tersebut,

2. masalah pembiayaan perdagangan,

3. ketatnya persaingan dari Negara lain seperti China, Malaysia, Singapura dan Thailand atas produk non-tradisional Indonesia,

4. adanya perbedaan penerapan tarif bea masuk yang lebih tinggi terhadap produk Indonesia

Dalam hal ekonomi, hubungan kedua negara ini juga dalam hal penyiapan sarana logistic storage yang berlokasi di Pelabuhan Richards Bay agar dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia untuk ekspor ke Afrika Selatan. Kedua, penawaran investasi di bidang perkebunan kapas di Afrika Selatan, dengan harapan adanya peningkatan nilai tambah produk tekstil serta dapat diekspor kembali ke negara-negara Afrika lainnya, serta pengadaan alat-alat pertanian dari Indonesia.

c. Bidang energi

Investasi batu bara dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia yang diwakili Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dalam hal ini Afrika menginvestasikan batu bara bagi Indonesia.

d. Bidang militer

Kunjungan Paramount Group, sebuah perusahaan berskala global yang bergerak dalam bidang industri pertahanan berbasis di Afrika Selatan. Paramount Group juga ingin menjadikan Indonesia sebagai basis pengembangan produk industrinya di kawasan Asia Tenggara.

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner