10.11.17

Metode Penelitian Geografi


Penelitian geografi memerlukan metode untuk melakukan pelaksanaanya. Adapun metode penelitian geografi tersebut antara lain:
1. Metode Deskriptif
Meode Deskriptif; metode ini banyak digunakan sejak ilmu geografi lahir sebagai disiplin ilmu yang bersifat akademis. Sebagai karakteristik metode ini adalah memberi penjelasan baik yang bersifat ‘alamiah’ maupun ‘insaniah’ dengan mengungkap karaktersitik, eksploratif, hubungan fungsional, maupun dampaknya dari suatu fenomena maupun peristiwa. Tujuan metode ini adalah untuk mendeskripsikan atau menjelaskan peristiwa dan kejadian yang ada pada masa sekarang. Dalam metode ini terbagi-bagi lagi seperti: metode survei, studi kasus, dan studi pengembangan. Salah satu hal penting tentang metode deskriptif ini, bahwa pada masa berkembangngnya metode deskripsi tersebut kartografi dominan. 
Metode Studi Kasus
Metode Studi Kasus, merupakan metode penelitian baik yag digunakan untuk karakteristik tertentu, individu maupun kelompok dengan mengungkap kasus-kasus spesifik baik yang mencakup pengkajian relasi, dan interelasinya terhadap individu lainnya secara mendalam dan biasanya dilakukan secara longitudinal (Bailey, 1982: 486).
Metode Survei
Metode Survei; meupakan metode penelitian dengan teknik  pengumpulan data sepeti wawancara maupun kuesioner (angket) dengan jumlah sampel besar dan merupakan penelitian yang menggambarkan keadaan kekinian untuk memahami opini, pendapat, maupun tanggapan publik pada umumnya (Bailey, 1982: 110).
Metode Studi Pengembangan
Metode Studi Pengembangan; merupakan  metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan suatu penelitian secara mendalam untuk memperoleh model baik dalam tataran teoretis yang sebelumnya sudah ada maupun belum ada (baru). Penelitian studi pengembangan ini lazimnya banyak di\kembangkan dalam dunia akademis pada jenjang pascasarjana untuk memperoleh gelar doktor
2. Metode Eksperimen dan Korelasi
Metode Eksperimen dan Korelasi; hal ini mulai dirasakan sejak geografi fisik dan manusia bergerak dari sifat-sifat deskriptif menuju analitis pada tahun 1950-an dan 1960-an, pendekatan positivisme yang menekankan treatment dan pengujian hipotesis untuk merumuskan hukum-hukum dan derivasi teori kian menonjol. Pendekatan tersebut berkaitan erat dengan kuantifikasi, keyakinan pada keteraturan statistik merupakan bukti adanya hubungan  sebab-akibat empiris secara  seperti yang diisyaratkan oleh teorinya. Pengukuran dan manipulasi data menggantikan posisi penjelasan verbal dan kartografis sebagai prosedur dalam ilmu geografi (Johnston, 2000: 408).
Metode Ex post facto
Metode ex post facto; metode ini untuk melihat dan mengkaji hubungan antara dua variable atau lebih, di mana variable yang dikaji telah terjadi sebelumnya atau tidak diberi perlakuan khusus. Ex post facto artinya sesudah fakta, karena dalam penelitian ini peneliti tidak perlu melakukan manipulasi atau perlakuan terhadap variable bebas. Hubungan yang dikaji bisa berbentuk pengaruh, hubungan/korelasi, sumbangan, maupun dampak yang bisa dinyatakan dalam ukuran-ukuran statistika seperti koefisien korelasi, determinasi, dan lain-lain (Sudjana, 1991: 54).
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner