1.2.18

Sistem Informasi Geografis


Dewasa ini, Informasi Geografi suatu ruang atau tempat di muka bumi menjadi sangat penting. Hal ini disebabkan informasi Geografi yang akurat akan membantu perencanaan pembangunan suatu wilayah atau ruang di muka bumi. Pada bab ini diuraikan secara singkat apa dan bagaimana Sistem Informasi Geografi (SIG) sehingga diharapkan mampu memberikan gambaran ringkas tentang SIG dan pemannfaatannya di tengah masyarakat. Adapun yang diuraikan dalam bab ini, adalah Pengertian Sistem Informasi Geografi (SIG), Subsistem SIG, Pemanfaatan SIG dan Analisis Keruangan (Spatial) dalam SIG.  

A. Pengertian Sistem Informasi Geografi (SIG) 

Sistem Informasi Geografi (SIG) yang dikenal juga dengan istilah Sistem Informasi Keruangan, Sistem Analisa Data Keruangan, dan Sistem Informasi Sumber Daya alam adalah suatu sistem informasi yang mempunyal referensi geografi (bergeoreferensi) untuk klasifikasi perolehan, penyimpanan, mendapat kembali dan manipulasi data. SIG juga mempunyai pengertian sebagai suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menggabungkan, mengatur, mentransformasi, memanipulasi dan menganalisis data geografis.  
Berdasarkan batasan tersebut terlihat bahwa SIG merujuk pada penggunaan kornputer dalam pengolahan data yang berbasis keruangan. Data geografis yang dimaksud berupa data spasial (keruangan) dengan ciri-ciri sebagai berikut :  
1. Memiliki geometric properties seperti koordinat dan lokasi
2. Berkaitan dengan aspek ruang seperti persil, kota, kawasan pembangunan
3. Berhubungan dengan sernua fenomena yang terdapat di bumi seperti data, keJadian, gejala atau objek.
4. Dipakai untuk maksud-maksud tertentu, misaInya analisis, pemantauan atau pengelolaan.
Pengertian informasi geografis yaitu informasi berkenaan dengan tempat-tempat yang terletak di permukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi di mana suatu obyek terletak di permukaan bumi dan informasi mengenai keterangan-keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya diketahui, selanjutnya objek dan lokasi tersebut penting untuk dianalisis demi pengambilan keputusan atau demi kepentingan tertentu. 
Peta merupakan salah satu bentuk SIG, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pembuatan peta pun bisa dilakukan tidak dengan cara konvensional, melainkan sudah dikembangkan dengan menggunakan kornputer sehingga menjadi lebih mudah dan cepat, data yang pada awaInya berbentuk terpisah, melalui SIG akan disajikan dlam bentuk data terpadu, data dapat dioverlaykan atau ditumpang-susunkan antara peta yang satu dangan peta yang lain, ini semua sebagal hasil upaya manipulasi data. 
Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa SIG bukanlah suatu esensi dari ilmu Geografi, namun merupakan Alat yang dipergunakan dalam ilmu Geografi sehingga dalam penggunaannya harus digunakan sesuai dengan tujuannya. Penggunaan prosedur kerja baru yang lebih mutakhir dalam proses SIG akan menghasilkan informasi yang lebih berkualitas dan informasi yang disajikan tersebut dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna.  

B. Subsistem SIG 

SIG merupakan sistem yang kompleks dan terintegrasi dengan lingkungan sistem lain, yaitu pemerintahan (formal), nonpemerintah, kelompok atau perorangan dengan pengolahan yang dilakukan secara konvensional (sederhana) dan secara komputerisasi.  
Secara konvensional (sederhana) SIG disajikan dalam bentuk peta yang dibuat geograf dengan cara kompilasi atau tumpang susun peta-peta yang berisi informasi yang diperlukan. Bagi seorang Geograf, peta merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain dan dia harus dapat menjamin agar setiap orang hendaknya dapat menangkap “ide” dari peta yang disajikan secara secara “gampang, cepat dan tepat” melalui matanya.  
Secara komputerisasi, SIG disajikan dalam bentuk data digital, peta dan tabel yang merupakan hasil dari pengolahan digital (komputerisasi) dengan mempergunakan software pengolah data Geografi. Adapun peran dan kedudukan SIG adalah untuk menghasilkan informasi spasial, yang berarti tidak jauh berbeda dengan peran dan kedudukan pembuatan peta pada umumnya. Namun dalam SIG diperkenalkan prosedur kerja baru dalam teknologi pemetaan yang dikenal dengan sistem digital. Karena menggunakan prosedur kerja baru yang lebih mutakhir, maka informasi yang dihasilkan juga harus lebih berkualitas.  
Kompone SIG

SIG merupakan sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik fenomena (gejala geografis) yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG dapat dibagi ke dalam empat subsistem yang mencakup :  
1. Subsistem masukan (input),
Subsistem ini bertugas mengumpulkan dan mempersiapkan data geografis (spasial) berbagai sumber, bertanggungjawab mengumpulkan (mengkonversi) atau mentransformasikan format-format data asli (bentuk dan ukuran) ke dalam bentuk format yang dapat digunakan oleh SIG.
2. Subsistem manajemen.
Subsistem ini mengorganisasikan data geografis ke dalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa sehingga data geografis tersebut mudah dicari, diupdate dan diedit.
3. Subsistem manipulasi dan analisis.
Subsistern ini menentukan informasi-informasi yang dapat diliasilkan oleh SIG. Selain itu subsistem ini pun melakukan manIpulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang dlharapkan.
Subsistern 2 dan 3 (manajemen, manipulasi dan analisis) lebih terpadu sering disebut sebagal DBMS (Database Management Systems).
4. Subsistem keluaran (output) dan penyajian (display)
Subsistem menampilkan atau menghasilkan keluaran sebagian atau seluruh basis data, baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy, dalam format tabel, grafik, peta atau format lainnya.

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner