27.8.18

Karakteristik dan Ancaman Bencana Geologi dan Hidrometeorologi di Indonesia

Karakteristik Geologi

3 Lempeng aktif sekitar Indonesia
Kenali Wilayah Geologi Indonesia yang rawan terjadi bencana Geologi. Wilayah Republik Indonesia terletak di antara 3 lempeng aktif besar dunia yaitu lempeng Eurasi, lempeng Australia, dan lempeng pasific. Ketiga lempeng tadi saling bertumbukan yang menyebabkan terbentuknya gunung api. Setiap lempeng juga secara perlahan bergerak dengan kecepatan lambat sekitar 7cm/tahun, apabila tekanan dari gerakan ini terlepas maka akan terjadi gempa bumi. Kondisi ini menyebabkan Indonesia rentan mengalami gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, dan jenis-jenis bencana geologi lainnya.
Ancaman gempa bumi tersebar hampir di seluruh wilayah Kepulauan Indonesia baik dalam skala kecil maupun skala yang besar yang merusak.
Hanya di Pulau Kalimantan bagian barat, tengah dan selatan sumber gempa bumi tidak ditemukan, walaupun masih ada goncangan yang berasal dari sumber gempa bumi yang berada di wilayah laut Jawa dan Selat Makassar.
Wilayah yang rawan bencana gempa bumi di Indonesia tersebar mulai dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Maluku Utara dan wilayah Papua.

Karakteristik Hidrometeorologi

Indonesia juga terletak di garis khatulistiwa sehingga wilayahnya berikilim tropis. Akibat posisi geografis ini , Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

Banjir
Pada saat musim penghujan apabila curah hujan tinggi, kondisi ini memicu terjadinya puting beliung, banjir dan tanah longsor.
Kebakaran Lahan
Sedangkan pada musim kemarau, dan curah hujan rendah terjadi bencana kekeringan, kebakaran huran dan lahan.
Puting Beliung
Sementara pada musim peralihan, fenomena alam puting beliun menjadi ancaman bencana
Kenali beberapa wilayah Indonesia dengan curah hujan tinggi, Di Indonesia terdapat 3 pola curah hujan, yaitu pola hujan monsun, ekuatorial dan lokal dengan periode hujan yang berbeda-beda.
Perharikan pergeseran awal musim penghujan dari Barat ke Timur, karena bencana hidrometeorologi terjadi pada saat itu

Pola Hujan Pulau yang Mengalami Puncak Musim Hujan
Pola hujan Monsun Sumatera Bagian Timur, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Bagian Selatan Desember, Januari, Februari
Pola Hujan Ekuitorial Pantai Barat Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah Bagian Utara, Sulawesi, Papua dan sebagian Papua Barat Maret dan Oktober
Pola hujan lokal Maluku, Papua Barat Bagian Barat Juni, Juli dan Agustus


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post


EmoticonEmoticon

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner