k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK

Geografi Provinsi Bali

Bali adalah salah satu provinsi di Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya adalah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 253 km dan selebar 112 km, sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Terletak pada posisi titik koordinat 08°03'40" - 08°50'48"LS dan 114°25'53" - 115°42'40"BT. Luas wilayah Provinsi Bali secara keseluruhan adalah 5.636,66 km2   atau 0,29 persen dari luas kepulauan Indonesia.

image

Secara geografis Provinsi Bali terletak pada 8°3'40" - 8°50'48" Lintang Selatan dan 114°25'53" - 115°42'40" Bujur Timur. Relief dan topografi Pulau Bali di tengah-tengah terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur. Provinsi Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Batas administrasi wilayah fisiknya adalah sebagai berikut:

•    Utara    : Laut Bali
•    Timur  : Selat Lombok (Provinsi Nusa Tenggara Barat)
•    Selatan : Samudera Indonesia
•    Barat    : Selat Bali (Propinsi Jawa Timur)

Provinsi Bali terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bali sebagai pulau terbesar, Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan (terletak di sekitar kaki Pulau Bali), serta Pulau Menjangan yang terletak di bagian barat Pulau Bali.. Jenis tanah yang ada di Bali sebagian besar didominasi oleh tanah Regusol dan Latasol serta sebagian kecil saja terdapat jenis tanah Alluvial, Mediteran, dan Andosol. Berdasarkan relief dan topologi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi, yakni Gunung Agung yang  merupakan titik tertinggi di Bali setinggi 3.142 meter. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur (1.717 meter) yang berlokasi di Bangli juga merupakan salah satu gunung berapi, yang sekitar 30.000 tahun lalu meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. (Sumber: Bali Dalam Angka 2012)

Peta Provinsi Bali

Secara administrasi, Provinsi Bali terbagi menjadi delapan kabupaten dan satu kota, yaitu Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Kota Denpasar yang juga merupakan ibukota provinsi. Selain Pulau Bali Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau kecil lainnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan di wilayah Kabupaten Klungkung, Pulau Serangan di wilayah Kota Denpasar, dan Pulau Menjangan di Kabupaten Buleleng. Luas total wilayah Provinsi Bali adalah 5.634,40ha dengan panjang pantai mencapai 529km.
Provinsi Bali merupakan daerah pegunungan dan perbukitan yang meliputi sebagian besar wilayah. Relief Pulau Bali merupakan rantai pegunungan yang memanjang dari barat ke timur. Di antara pegunungan itu terdapat gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Agung (3.142mdpl) dan Gunung Batur (1.717mdpl). Beberapa gunung yang tidak aktif lainnya mencapai ketinggian antara 1.000 – 2.000mdpl.
Jumlah penduduk di wilayah Provinsi Bali tahun 2011 sebanyak 3.643.472 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 646 jiwa per km2. Penyebaran penduduk di Provinsi Bali masih bertumpu di Kabupaten Buleleng yakni sebesar 18,5% dan Kota Denpasar yakni sebesar 14,6% sedangkan yang terendah di Kabupaten Klungkung sebesar 5,1%. Perkembangan jumlah penduduk miskin di Provinsi Bali selama periode 2008-2013, secara absolut menurun sebanyak 53,18 ribu jiwa, dengan jumlah penduduk miskin tahun 2013 (Maret) sebesar 163 ribu jiwa. Seperti halnya dengan kondisi tingkat kemiskinan dari tahun 2008-2013 mengalami penurunan dan hingga akhir tahun 2013 persentase kemiskinan  mencapai 3,95%. Kondisi kemiskinan di Provinsi Bali tergolong rendah jika dibandingkan terhadap rata-rata kemiskinan nasional dengan angka 11,86%.


Provinsi Bali terkenal dengan keindahan alam dan pariwisata yang ada di dalamnya. Bali dikenal oleh masyarakat luas dari sisi budayanya berbarengan dengan Indonesia yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah. Penguasaan Belanda terhadap Indonesia pun pada sekitar abad 17 dan 18 tidak banyak memberi pengaruh pada kehidupan agama dan budaya di Bali. Hindu di Bali pada masa-masa itu bahkan memasuki masa kejayaan ketika kerajaan di Bali. Sejak penguasaan oleh Belanda, Bali seolah dibuka lebar untuk kunjungan orang asing. Bali tidak saja kedatangan orang asing sebagai pelancong namun tak sedikit para pemerhati dan penekun budaya yang datang untuk mencatat keunikan seni budaya Bali. Dari para penekun budaya yang terdiri dari sastrawan, penulis, dan pelukis inilah keunikan Bali kian menyebar di dunia internasional. Penyampaian informasi melalui berbagai media oleh orang asing ternyata mampu menarik minat pelancong untuk mengunjungi Bali. Zaman terus berkembang, namun pemerintah dan masyarakat Bali berusaha untuk menjaga budaya dan tata ruang tradisional Bali sehingga Bali tetap memiliki nilai-nilai budaya yang mampu menjadi tumpuan sektor pariwisata.

Related Posts
Terbaru Lebih lama

Related Posts