k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK

Bagian-bagian Alur Sungai

alur-sungai
Bagian Alur Sungai


Secara sederhana alur sungai dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

Bagian Hulu Sungai

Bagian hulu merupakan daerah konservasi dan mempunyai kerapatan drainase tinggi. Selain itu bagian hulu merupakan daerah dengan kemiringan lereng besar (lebih curam), bukan merupakan daerah banjir, pengaturan pemakaian air ditentukan oleh pola drainase. Bagian hulu juga merupakan daerah sumber erosi karena pada umumnya alur sungai melalui daerah pegunungan, perbukitan atau lereng gunung api yang kadang-kadang mempunyai cukup ketinggian dari muka laut. Sebagai akibat keadaan itu maka bentuk kontur akan relatif lebih rapat yang menunjukkan miringnya permukaan bumi cukup besar. Apabila hujan turun, sebagian air akan merembes dan sebagian lagi akan mengalir membawa partikel-partikel tanah sehingga menimbulkan erosi. Alur sungai yang terjadi biasanya melalui banyak terjunan dan jeram. Penampang melintang berbentuk V dengan materi alur sungai terdiri dari batuan cadas, kerikil dan tanah. Bentuk penampang memanjangnya tidak beraturan karena ada yang curam dan ada yang datar tergantung dari jenis batuan yang dilewati oleh alur sungainya.

Alur sungai di bagian hulu ini biasanya mempunyai kecepatan aliran yang lebih besar dari pada bagian hilir, sehingga pada saat banjir material hasil erosi yang diangkut tidak saja partikel sedimen yang halus akan tetapi juga pasir, kerikil bahkan batu. 

Bagian Tengah Sungai

Bagian tengah merupakan daerah peralihan dari bagian hulu dan hilir. Kemiringan dasar sungai lebih landai sehingga kecepatan aliran relatip lebih kecil dari pada bagian hulu. Umumnya penampang sungai berbentuk peralihan V dan bentuk U sehingga daya tampungnya biasanya masih mampu menerima aliran banjir. Bagian tengah merupakan daerah keseimbangan antara proses erosi dan pengendapan yang sangat bervariasi dari musim ke musim. 

Apabila alur sungai datang dari daerah pegunungan mendadak memasuki daerah dataran biasanya sedimen diendapkan di daerah perubahan kemiringan lereng dasar sungai. Bentuk endapan yang terjadi melebar ke arah hulu dengan material yang kasar terdapat dibagian hulu dan secara bertahap semakin halus ke arah hilir, bentuk demikian sering disebut dengan kipas aluvial. 

Apabila berasal dari daerah pegunungan berapi, aliran sungai biasanya membawa pasir dan kadang-kadang dapat terendapkan di sepanjang alur sungai tergantung kecepatan aliran. Pada saat banjir endapan tersebut dapat terangkut, apabila banjir menyusut proses pengendapan terjadi lagi. 

Bagian Hilir Sungai

Bagian hilir merupakan daerah pemanfaatan, memiliki kerapatan drainase sangat kecil, dan merupakan daerah dengan kemiringan lereng kecil (lebih landai). Pada beberapa tempat merupakan daerah banjir (genangan), pengaturan pemakaian air ditentukan oleh bangunan irigasi. 

Bagian hilir biasanya melalui daerah pendataran yang terbentuk dari endapan pasir halus sampai kasar, lumpur, endapan organik dan jenis endapan lainnya yang sangat labil. Alur sungai berbelok-belok yang disebut dengan meander. Bentuk alur demikian banyak dijumpai di daerah pendataran sebelah timur Pulau Sumatera. Endapan itu pada umumnya mempunyai sifat lembek. Alur sungai yang melalui daerah pendataran mempunyai kemiringan dasar sungai yang landai sehingga kecepatan alirannya lambat, keadaan ini memungkinkan menjadi lebih mudah terjadi proses pengendapan. Apabila terjadi banjir biasanya akan melimpas daerah kiri kanan alur sehingga membentuk dataran banjir (flood plain) dan kadang-kadang dapat juga membentuk tanggul alam (natural levees) sepanjang alur sungai. 

Di beberapa tempat dipasang tanggul buatan dengan maksud agar aliran banjir tidak meluap dan juga untuk mempertahankan kecepatan pada tingkat tertentu agar masih mempunyai kemampuan untuk mengangkut ke arah hilir. Kadang-kadang banjir dapat mengakibatkan terendamnya daerah luas, keadaan ini menyulitkan kegiatan pengukuran aliran. Apabila bentuk alur sungainya berbelok-belok dapat menyebabkan terjadinya erosi pada sisi luar palung sungai dan daerah endapan terjadi pada sisi dalam.


Belajar Materi Geografi ini juga

Related Posts