k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK

Daerah Aliran Sungai (DAS)

das
Daerah Aliran Sungai (DAS)

Sungai adalah torehan di permukaan bumi yang merupakan penampung dan penyalur alamiah aliran air dan material yang dibawanya dari bagian hulu ke bagian hilir suatu daerah pengaliran ke tempat yang lebih rendah dan akhirnya bermuara ke laut.

Ditinjau dari segi hidrologi, sungai mempunyai fungsi utama menampung curah hujan dan mengalirkannya sampai ke laut. Daerah dimana sungai memperoleh air merupakan daerah tangkapan hujan yang biasanya disebut dengan daerah aliran sungai (DAS). Dengan demikian DAS dipandang sebagai suatu unit kesatuan wilayah tempat air hujan menjadi aliran permukaan dan mengumpul ke sungai menjadi aliran sungai. Garis batas antara DAS ialah punggung permukaan bumi yang dapat memisahkan dan membagi air hujan menjadi aliran permukaan ke masing-masing DAS. Setiap DAS besar merupakan gabungan dari beberapa DAS sedang/sub DAS. 

Bagian hulu dari suatu DAS merupakan daerah yang mengendalikan aliran sungai dan menjadi suatu kesatuan dengan daerah di bagian hilir yang menerima aliran tersebut 

Bentuk DAS

Bentuk DAS mempunyai arti penting dalam hubungannya dengan aliran sungai, yaitu berpengaruh terhadap kecepatan terpusatnya aliran. Setelah DAS ditentukan garis batasnya, maka bentuk DAS-nya dapat diketahui. 

Pada umumnya DAS dapat dibedakan menjadi empat bentuk (Soewarno, 1991), yaitu :

1. Memanjang

Biasanya induk sungainya akan memanjang dengan anak-anak sungai langsung masuk ke induk sungai. Kadang-kadang berbentuk seperti bulu burung. Bentuk ini biasanya akan menyebabkan debit banjirnya relatif kecil karena perjalanan banjir dari anak sungai berbeda-beda waktunya.

2. Radial

Bentuk ini terjadi karena arah alur sungai seolah-olah memusat pada satu titik sehingga menggambarkan adanya bentuk radial, kadang-kadang gambaran tersebut berbentuk kipas atau lingkaran. Sebagai akibat dari bentuk tersebut maka waktu yang diperlukan aliran yang datang dari segala penjuru arah alur sungai memerlukan waktu yang hampir bersamaan. Apabila terjadi hujan yang sifatnya merata di seluruh DAS akan menyebabkan terjadi banjir besar.

3. Pararel

DAS ini berbentuk oleh dua jalur sub DAS yang bersatu di bagian hilirnya. Apabila terjadi banjir di daerah hilir biasanya setelah di sebelah hilir titik pertemuan kedua alur sungai sub DAS tersebut.

4. Komplek

Merupakan gabungan dasar dua atau lebih bentuk DAS.


Belajar Materi Geografi ini juga

Related Posts