k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK

Infiltrasi Air kedalam Tanah

infiltrasi
Infiltasi

Proses masuknya air ke dalam tanah disebut infiltrasi. Air yang menginfiltrasi ini mula-mula akan di absorbsi untuk meningkatkan kelembaban tanah sampai batas kemampuan tanah untuk mengabsorbsinya, selebihnya akan terus bergerak ke bawah. Kecepatan infiltrasi berubah-ubah menurut besarnya intensitas hujan atau pemberian air irigasi dan disebut dengan kapasitas infiltrasi. Kapasitas infiltrasi berbeda-beda menurut kondisi tanah yaitu :

a) kondisi permukaan tanah ada atau tidaknya tumbuh-tumbuhan di permukaan tanah dan jenis tumbuhannya. Tumbuh-tumbuhan yang sifatnya menahan aliran permukaan akan memperbesar infiltrasi misalnya rumput, sersah dan bahan-bahan organik lainnya di permukaan tanah.

b) Kemiringan tanah, yang mempengaruhi besarnya aliran permukaan, makin miring permukaan tanah maka persentase aliran permukaan menjadi bertambah besar. Oleh karena itu pada tanah-tanah yang mempunyai kemiringan tanah yang tinggi dibiarkan tetap berupa hutan atau dibuat terasering utuk memberi kesempatan air masuk ke dalam tanah di samping, mengurangi erosi tanah.

c) Tekstur dan struktur tanah: Seperti yang dijelaskan di muka pada tanah yang berstruktur pasir atau geluh akan lebih banyak menyerap air infiltrasi dan untuk tanah-tanah yang berstruktur remah atau berbutir-butir mempunyai kemampuan meloloskan air yang besar.

d) Kelembaban tanah permukaan mempengaruhi besarnya infiltrasi, dan juga kandungan lengas tanah di bawahnya.

e) Penyumbatan ruang pori oleh partikel-partikel halus yang diendapkan di permukaan tanah dan turut masuk ke dalam tanah bersama air infiltrasi.

f) Adanya pemampatan tanah oleh tenaga mekanik dari luar, misalnya sering dilalui oleh kendaraan atau kebun rumput tempat penggembalaan hewan, karena struktur butir-butir tanah dan pori-pori menjadi rusak dan menjadi mampat.


Belajar Materi Geografi ini juga

Related Posts