k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK
Bookmark

Pembuatan Mentega

mentega
Mentega

Mentega  adalah  produk  dari  lemak  susu  dimana  kedalamnya  ditambahkan garam  ke  dalamnya  untuk mendapatkan  rasa  yang  lebih  baik  dan  untuk menjaga mutu.    Mentega  merupakan  sumber  vitamin  A  yang  sangat  baik  dan  merupakan bahan  makanan  berenergi  tinggi  (7-8  kalori/gram)  dan  tidak  mengandung  laktosa dan mineral, serta berprotein rendah.  Proses pembuatannya melalui beberapa tahap, yaitu: 

1.   Separasi, memisahkan krim dan skim. Krim digunakan untuk mentega. 

2. Standarisasi, yaitu membuat standar kadar lemak mentega yang akan dihasilkan. Kadar lemak krim yang baik untuk pembuatan mentega adalah 30 – 33%. 

3.  Netralisasi,  yaitu menetralkan  krim  yang bersifat  asam  dengan  alkali hingga  pH akhir  6,8  –  7,2.  Sifat  asam  ini menyebabkan  protein mudah menggumpal  pada saat pasteurisasi. 

4.  Pasteurisasi. 

5.  Pemeraman. Dilakukan hanya bila mentega yang dihasilkan bersifat tertentu. 

6.  Pendinginan  pada  suhu  10oC  selama  semalam.  Pendinginan  memberi  tekstur akhir yang baik. 

7.  Churning,  pengadukan  untuk  membuat  mentega.  Alat  pengaduk  berbentuk 

silinder  yang berputar pada  sumbunya. Churning dilakukan pada  suhu 5 – 10oC 

selama semalam, tetapi pada suhu 3 – 4oC selama 3 jam. 

8.  Pencucian,  yaitu  mengeluarkan  serum  yangterbentuk  saat  churning  dan 

digantikan dengan air yang suhunya sama dengan suhu mentega dan  jumlahnya 

sama  dengan  serum  yang  dibuang.  Demikian  seterusnya  hingga  churning  dan pencucian dilakukan hingga 5 kali. 

9.  Penggaraman. Dilakukan hanya bila ingin menghasilkan mentega berasa asin. 

Mutu mentega tergantung pada mutu krim yang digunakan dan penanganan lebih lanjut pada produk akhir. 



Posting Komentar

Posting Komentar