k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK

Macam-macam Bentuklahan Proses Solusional

Karst dalam Pramono dan Ashari (2013:187) yang banyak dijumpai adalah karst yang berkembang di batuan karbonat, hal ini karena batuan karbonat memiliki sebaran yang luas. Akan tetapi karst tidak hanya terjadi di daerah batuan karbonat namun juga di batuan lain yang mudah larut dan mempunyai porositas sekunder seperti gipsum dan batu garam. Anggapan bahwa pengertian karst sama dengan batu gamping tidaklah tepat karena batu gamping hanya salah satu dari berbagai jenis batuan yang mudah larut yang dapat menghasilkan kenampakan karst. Hanya saja karena batu gamping memiliki sebaran yang luas, akhirnya karst sering diidentikkan dengan batu gamping.

Gua Karst

Karstifikasi dipengaruhi oleh faktor pengntrol dan faktor pendorong. Faktor pengontrol menentukan dapat tidaknya proses kartifikasi berlangsung antara lain (Pramono dan Ashari, 2013:1890) :

1. Batuan yang mudah larut, kompak, tebal, dan mempunyai banyak rekahan.

2. Curah hujan yang cukup.

3. Batuan terekspos di ketinggian yang memungkinkan perkembangan sirkulasi air/drainase secara vertikal.

Faktor pendorong menentukan kecepatan dan kesempurnaan proses karstifikasi, meliputi (Pramono dan Ashari, 2013:1890) :

1. Temperatur.

2. Penutupan hujan.

Bentuklahan yang terjadi pada daerah karst dalam Sitanggang (2012) dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu bentuklahan negative dan bentuklahan positif.

1. Bentuklahan Negatif

Bentuklahan negative dimaksudkan bentuklahan yang berada di bawah rata-rata permukaan setempat sebagai akibat proses pelarutan, runtuhan maupun terban. Bentuklahan-bentuklahan tersebut antara lain terdiri atas doline, uvala, polye, cockpit, blind valley.

a. Doline

Doline merupakan bentuklahan yang paling banyak dijumpai di kawasan karst. Bahkan di daerah beriklim sedang, karstifikasi selalu diawali dengan terbentuknya doline tunggal akibat dari proses pelarutan yang terkonsentrasi. Tempat konsentrasi pelarutan merupakan tempat konsentrasi kekar, tempat konsentrasi mineral yang paling mudah larut, perpotongan kekar, dan bidang perlapisan batuan miring. Doline-doline tunggal akan berkembang lebih luas dan akhirnya dapat saling menyatu.  Secara singkat dapat dikatakan bahwa karstifikasi (khususnya di daerah iklim sedang) merupakan proses pembentukan doline dangoa-goa bawah tanah, sedangkan bukit-bukit karst merupakan bentukan sisa/residual dari perkembangan doline.

b. Uvala

Uvala adalah cekungan tertutup yang luas yang terbentuk oleh gabungan dari beberapa danau doline. Uvala memiliki dasar yang tak teratur yang mencerminkan ketinggian sebelumnya dan karakteristik dari lereng doline yang telah mengalami degradasi serta lantai dasarnya tidak serata polje.

c. Blind Valley

Blind Valley adalah satu lembah yang mendadak berakhir/ buntu dan sungai yang terdapat pada lembah tersebut menjadi lenyap di bawah tanah.

d. Polje

Polje menurut Ford dan William (2007) dalam  Pramono dan Ashari (2013:200) adalah cekungan tertutup pada medan karst yang luas dan memiliki dasar rata.

e. Lembah Karst

Lembah karst menurut Haryono (2008) dalam Pramono dan ashari (2013:203) adalah lembah di kawasan karst yang terbentuk oleh kombinasi proses fluvial dan pelarutan. Sweeting mengklasifikasikan lembah karst menjadi lembah alogenik, lembah buta, lembah saku, dan lembah kering. Lembah alogenik terbentuk karena sungai yang berhulu di daerah non karst mengalir dan memotong daerah karst. Lembah buta merupakan  lembah yang airnya menghilang ke dalam sungai bawah tanah melalui ponor atau saluran hasil pelebaran bidang lapian, kekar, atau sesar. Lembah saku merupakan lembah yang terbentuk oleh pemunculan sungai bawah tanah. Lembah kering merupakan lembah di daerah karst tanpa aliran air atau dialiri air secara intermitten.

2. Bentuklahan Positif

Pada prinsip nya ada 2 macam bentuklahan karst yang positif yaitu kygelkarst dan turmkarst (Oswald Sitanggang, 2012:5 dan 6). 

a. Kygelkarst

Kygelkarst merupakan satu bentuklahan karst tropic yang didirikan oleh sejumlah bukit berbentuk kerucut, yang kadang-kadang dipisahkan oleh cockpit. Cockpit-cockpit ini saling berhubungan satu sama lain dan terjadi pada suatu garis yang mengikuti pola kekar.

b. Turmkarst

Turmkarst merupakan istilah yang berpadanan dengan menara karst, mogotewill, pepinohill atau pinnacle karst. Turmkarst merupakan bentuk apositif yang merupakan sisa proses solusional.  Menara karst/ tumkarst terdiri atas perbukitan belerang curam atau vertical yang menjulang tersendiri diantara dataran alluvial.

c. Stalaktit dan Stalakmit

Stalaktit adalah bentukan meruncing yang menghadap kebawah dan menempel pada langit-langit goa yang terbentuk akibat akumulasi batuan karbonat yang larut akibat adanya banjir. Stalakmit hampir mirip dengan stalaktit namun berada di bawah lantai dan menghadap ke atas.


Belajar Materi Geografi ini juga

Related Posts