k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK

Skala Waktu Geologi

Sejak terbentuknya pada 4,6 milyar tahun yang lalu, bumi telah mengalami sejumlah gejala dan proses. Gejala dan proses tersebut sebagian terekam dalam batuan penyusun bumi dan sebagian besar lagi hilang atau rusak karena erosi atau proses alam yang lain. Kalau kita melihat batuan di alam, sebenarnya yang terlihat adalah hasil rekaman gejala dan proses yang terjadi di masa lalu. Rekaman tersebut sebagian mencerminkan proses fisik, misalnya terawetkan dalam bentuk komposisi mineral, batuan maupun struktur-struktur yang ada pada batuan. Sebagian lagi rekaman tersebut berupa fosil, yang terkandung dalam batuan, terutama batuan sedimen. Fosil adalah sisa atau jejak dari kehidupan yang pernah hidup di masa geologis lalu, yang tersimpan dan terawetkan dalam batuan endapan oleh proses alami. 

skala-waktu-geologi
Skala Waktu Geologi

Perkembangan dari peristiwa dan proses yang terjadi di bumi merupakan suatu sejarah. Sebagaimana ilmu sejarah yang lain, diperlukan suatu sekala waktu yang dapat dipakai  sebagai acuan waktu dari setiap peristiwa yang terjadi. Oleh karena sejarahnya yang panjang, maka waktu yang terlibat dalam proses atau gejala geologi di bumi disebut sebagai waktu geologi. Panjangnya setiap waktu geologi tidak diukur dalam hari, tahun atau abad, tetapi satuan waktu tersebut dinyatakan dalam jutaan tahun. Tabel 1 sampai Tabel 4 menunjukkan skala waktu geologi. Pada skala tadi disebutkan nama dan durasi dari setiap jaman. Ilmu yang membahas tentang penetapan umur geologi dan urutan jaman geologi disebut sebagai Geokronologi.

Suatu gejala atau peristiwa geologi biasanya selalu dikaitkan dengan skala waktu tersebut di atas. Beberapa contoh antara lain :

1. Anggota golongan Arthropoda (binatang berkaki beruas-ruas) dari genus Trilobita mulai muncul pada awal Cambrian dan punah pada Jaman Perm dan tidak ditemukan lagi pada batuan yang berasal dari jaman geologi yang lebih muda.

2. Benua besar Pangaea terbentuk sempurna pada Perm dan mulai pecah kembali pada Triass

3. Homo erectus mulai muncul pada awal Pleistosen dan punah pada akhir Pleistosen

4. Bumi kejatuhan meteor besar pada akhir jaman Kapur (Cretaceous) dan merupakan salah satu penyebab punahnya reptil besar Dinosaurus.

5. Pada kala Miosen hingga awal Pliosen ( 20 hingga 4 juta tahun yang lalu), seluruh wilayah DIY masih merupakan laut dangkal dimana hidup golongan koral yang kemudian membentuk batugamping. Baru pada akhir Pliosen (3 juta tahun yang lalu) Gunung Kidul mulai terangkat menjadi daratan dan terus terangkat menjadi perbukitan.

5. Jaman es terakhir mulai berakhir 11.000 tahun yang lalu dan peristiwa ini digunakan untuk menjadi pembatas antara kala Pleistosen dengan kala Holosen (masa kini).


Belajar Materi Geografi ini juga

Related Posts