k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK

Geografi Provinsi Sulawesi Tenggara

Letak

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di jazirah Tenggara Pulau Sulawesi. Secara geografis terletak di bagian Selatan Garis Khatulistiwa, memanjang dari Utara ke Selatan di antara 02°45'-06°15' Lintang Selatan dan membentang dari Barat ke Timur di antara 120°45'-124°45' Bujur Timur. Provinsi Sulawesi Tenggara di sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi NTT di Laut Flores, sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Maluku di Laut Banda dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan di Teluk Bone.

Luas


Luas wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara adalah 38.140 km² yang terdiri dari 10 (sepuluh) Kabupaten, 2 (dua) Kota, 204 kecamatan, 2.117 desa/kelurahan.

Geologi

Kondisi batuan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara ditinjau dari sudut geologis, terdiri atas batuan sedimen, batuan metamorfosis, dan batuan beku. Dari ketiga jenis batuan tersebut, yang terluas adalah batuan sedimen seluas 2.579,79 ha (67,64 persen). Dari jenis tanah, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sedikitnya enam jenis tanah, yaitu tanah podsolik seluas 2.299.729 ha atau 60,30 persen dari luas tanah Sulawesi Tenggara, tanah mediteran seluas 898.802 ha (23,57 persen), tanah latosol seluas 349.784 ha (9,17 persen), tanah organosol seluas 116.099 ha (3,04 persen), jenis tanah alluvial seluas 129.569 ha (3,40 persen) dan tanah grumosol seluas 20.017 ha (0,52 persen).

Geomorfologi

Peta topografi menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara umumnya memiliki permukaan tanah yang bergunung, bergelombang berbukit-bukit. Diantara gunung dan bukitbukit, terbentang dataran-dataran yang merupakan daerah potensial untuk pengembangan sektor pertanian. Permukaan tanah pegunungan seluas 1.868.860 ha telah digunakan untuk usaha. Tanah ini sebagian besar berada pada ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut dan pada kemiringan tanah yang mencapai 40 derajat.

Iklim

Curah hujan yang lebih dari 2000 mm/tahun terjadi di sebelah Utara garis Lurus Kendari Kolaka dan sebagian Utara Pulau Buton dan Wawonii, curah hujan dengan intensitas dibawah 2000 mm/tahun meliputi wilayah bagian selatan garis lurus Kendari-Kolaka dan wilayah Kepulauan disebelah selatan dan Tenggara jazirah Sulawesi Tenggara. Temperatur dengan ketinggian berkisar 1000 m dpl antara 30°C - 32°C, dan rata-rata temperatur di Provinsi Sulawesi Tenggara berkisar antara 23°C - 25°C.

Tanah

Dari jenis tanah, Sulawesi Tenggara memiliki enam jenis tanah, yaitu: tanah podzolik seluas 2.299.729 Ha, tanah mediteran seluas 899.802 Ha, tanah latosol seluas 349.784 Ha, tanah organosol seluas 116.099 Ha, tanah alluvial seluas 129.569 Ha dan tanah grumosol seluas 20.017 Ha.

Flora dan fauna

Flora dan fauna yang terdapat di kawasan konservasi Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati ini tidak terlepas dari berbagai tipe ekosistem yang membentuk kawasan konservasi tersebut. Berbagai tipe ekosistem tersebut diantaranya ekosistem perairan laut, pesisir pantai dan daratan/terestrial. Berbagai flora dan fauna (dilindungi maupun tidak dilindungi) yang dominan di kawasan konservasi Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai berikut : anggrek serat, anggrek bulan, anggrek bulan raksasa dan kangtor semar sedangkan faunanya yaitu anoa dan babi rusa.

Penduduk

Jumlah penduduk

Jumlah penduduk daerah Sulawesi Tenggara berdasarkan jenis kelamin menurut Badan pusat Statistik, yaitu:

TAHUN

2012

2011

2010

2009

2008

Jumlah Pria (jiwa)

1.165.225

1.144.153

1.121.826

1.045.514

1.015.763

Jumlah Wanita (jiwa)

1.153.375

1.132.867

1.110.760

1.072.786

1.059.211

Total (jiwa)

2.318.600

2.277.020

2.232.586

2.118.300

2.074.974

Pertumbuhan Penduduk (%)

2

-

-

-

-

Kepadatan Penduduk (jiwa/Km²)

61

-

-

-

-

Tabel Jumlah Penduduk Sulawesi Tenggara

Sumber: regionalinvestment.bkpm.go.id

Suku

Suku Muna, suku Bugis, suku Kalisoso, suku Toraja, Suku Moronene, suku Tolaki, suku Wolio, dan suku Wonollali.

Persebaran Kabupaten dan Kota

  1. Kabupaten Bombana (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Rumbia)
  2. Kabupaten Buton (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Pasarwajo)
  3. Kabupaten Buton Selatan (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Batauga)
  4. Kabupaten Buton Tengah (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Labungkari)
  5. Kabupaten Buton Utara (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Buranga)
  6. Kabupaten Kolaka (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kolaka)
  7. Kabupaten Kolaka Timur (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Tirawuta)
  8. Kabupaten Kolaka Utara (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Lasusua)
  9. Kabupaten Konawe (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Unaaha)
  10. Kabupaten Konawe Kepulauan (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Langara)
  11. Kabupaten Konawe Selatan (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Andolo)
  12. Kabupaten Konawe Utara (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Wanggudu)
  13. Kabupaten Muna (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Raha)
  14. Kabupaten Muna Barat (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Sawerigadi)
  15. Kabupaten Wakatobi (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Wangi-Wangi)
  16. Kota Bau-Bau
  17. Kota Kendari

Aktivitas ekonomi

Sumber daya alam

Potensi sumberdaya alam sangat bervariasi, antara lain sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan dan perkebunan. Sumber daya alam yang juga potensial adalah sektor pertambangan seperti aspal, marmer dan biji nikel.

Mata pencaharian

Mata pencarian penduduk di Sulawesi umunya bermata pencaharian disektor pertanian dan industri, selain itu disektor dagang, bidang jasa dan pemerintahan.

Industri

Industri yang terdapat di daerah Sulawesi Tenggara meliputi:

  1. Industri Pertanian, meliputi: kakao, kacang mede, kelapa, cengkeh, kopi, pinang lada dan vanili
  2. Industri kehutanan, meliputi: kayu gelondongan dan kayu gergajian
  3. Industri perikanan, meliputi: perikanan darat dan perikanan laut
  4. Industri Peternakan, meliputi: sapi, kerbau dan kambing
  5. Industri Pertambangan, meliputi: aspal, nikel, emas, marmer, batu setengah permata, onix, batu gamping dan tanah liat
  6. Industri pariwisata

Pariwisata

  1. Pantai Nirwana di Kota Bau-Bau
  2. Taman Nasional Wakatobi di Kabupaten Wakatobi
  3. Air Terjun Moramo di Kabupaten Konawe Timur
  4. Pantai Nambo di Kendari
  5. Pulau Liwutongkidi di Kabupaten Buton
  6. Benteng Buton di Buton
  7. Air Terjun Lahundape di Kendari
  8. Pulau Sagori di Kabupaten Bombana
  9. Pantai Toropina di Kabupaten Konawe
  10. Pantai Jodoh di Kabupaten Wakatobi
  11. Pemandian Air Panas Mongolo di Kabupaten Kolaka
  12. Goa Liang La Kalombo di Kabupaten Muna
  13. Gugusan Pulau Basilika di Kabupaten Buton
  14. Tanjung Bunga di Kabupaten Bombana
  15. Teluk Kendari di Kota Kendari
  16. Tambak Wisata di Kota Kendari
  17. Goa Alam di Kabupaten Wakatobi
  18. Pulau Malangke di Kabupaten Bombana
  19. Tanjung Boti Kolo di Konawe Selatan
  20. Pantai Kancinaa di Buton
  21. Tanjung Kayu Angin di Kolaka
  22. Pantai Meleura di Kabupaten Muna
  23. Arung Jeram di Konawe Utara
  24. Pantai Tanjung Sapiri di Kolaka Utara
  25. Pulau Makasar di Kota Bau-Bau
  26. Air Terjun Sangkona di Kabupaten Bombana

Pendidikan

Berdasarkan hasil SP2010, persentase penduduk 7-15 tahun yang belum/tidak sekolah sebesar 2,67 persen dan yang tidak sekolah lagi sebesar 5,83 persen. Ukuran atau indikator untuk melihat kualitas sumber daya manusia (SDM) terkait dengan pendidikan antara lain pendidikan yang ditamatkan dan Angka Melek Huruf (AMH). Berdasarkan hasil SP2010, penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara usia 5 tahun ke atas yang tamat SM/sederajat sebesar 18,27 persen, tamat DI/DII/DIII sebesar 2,16 persen, tamat DIV/S1 sebesar 3,30 persen dan tamat S2/S3 sebesar 0,26 persen.

Perguruan tinggi yang ada di Provinsi ini, yaitu Universitas Haluoleo (UNHO) di Kendari dan Perguruan tinggi swasta yang lainnya.

Belajar Materi Geografi ini juga

Related Posts