k9fNfc9la6TpAxgmQLSGLRtfzYBM7Q8ABHwNMyzK
Bookmark

Penyakit Anthrax: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan


Pengertian Penyakit Anthrax

Penyakit anthrax adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bacillus anthracis yang biasa ditemukan di dalam tanah. Bakteri ini mampu membentuk endospora yang tahan hingga puluhan tahun di dalam tanah sehingga menjadi sumber infeksi (daerah endemis) dan berakibat sulitnya eradikasi penyakit ini di Indonesia.

Penyakit anthrax terutama menyerang hewan ternak atau hewan liar, seperti sapi, kambing, kerbau, kuda, dan babi. Infeksi bisa terjadi ketika hewan tersebut menghirup atau menelan spora bakteri yang ada di tanah, tanaman, atau air yang telah terkontaminasi bakteri anthrax. Penyakit anthrax juga bisa menular kepada manusia melalui tiga cara, yaitu melalui luka terbuka di kulit, melalui saluran pernapasan, atau melalui saluran pencernaan.

Penyakit anthrax telah dilaporkan sejak masa kolonial saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Kasus penyakit anthrax masih dilaporkan muncul di beberapa daerah, yaitu Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Kasus terakhir terjadi pada tahun 2020 di Yogyakarta1.

Gejala Penyakit Anthrax

Gejala penyakit anthrax dapat bervariasi tergantung pada cara penularannya. Gejala umumnya muncul dalam waktu 1-5 hari setelah terpapar bakteri anthrax.

Gejala penyakit anthrax melalui luka terbuka di kulit meliputi:

  • Benjolan kemerahan di kulit yang terasa gatal dan perih, dengan bagian tengah berwarna kehitaman
  • Pembengkakan dan nyeri pada kelenjar getah bening di sekitar kulit yang terinfeksi
  • Demam
  • Lemas
  • Mual atau muntah

Gejala penyakit anthrax melalui saluran pernapasan meliputi:

  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Demam tinggi
  • Rasa tidak nyaman di dada
  • Nyeri otot
  • Nyeri saat menelan
  • Mual atau muntah
  • Batuk darah

Gejala penyakit anthrax melalui saluran pencernaan meliputi:

  • Demam
  • Mual atau muntah
  • Nafsu makan hilang
  • Diare berdarah
  • Sakit perut
  • Darah pada tinja

Cara Pencegahan Penyakit Anthrax

Penyakit anthrax dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Memberikan vaksinasi anthrax pada hewan ternak secara rutin setiap tahun.
  • Menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak dikenal.
  • Melaporkan adanya hewan yang mencurigakan atau menunjukkan gejala anthrax kepada dinas terkait.
  • Menggunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya jika harus menangani hewan yang sakit atau mati.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bersentuhan dengan hewan.
  • Segera mencuci luka gigitan atau cakaran hewan dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian memberikan antiseptik seperti obat merah atau povidone iodine.
  • Segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai standar operasional prosedur (SOP), yaitu pemberian antibiotik seperti siprofloksasin atau doksisiklin selama 60 hari.

Demikian artikel yang saya buat tentang penyakit anthrax di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda. 😊

0

Posting Komentar