Profil Lengkap DKI Jakarta: Geografi, Geologi, Geomorfologi, dan Demografi
Geograf Muda
... menit baca
1. Pendahuluan
Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta merupakan pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas sosial Indonesia. Sebagai kota megapolitan yang terletak di wilayah pesisir bagian utara Pulau Jawa, Jakarta menghadapi dinamika geosfer yang kompleks seperti penurunan muka tanah, banjir, serta tekanan demografis yang tinggi. Pemahaman aspek fisik dan sosial wilayah Jakarta sangat penting untuk mendukung pengelolaan ruang kota dan pembangunan berkelanjutan.
2. Geografi DKI Jakarta
2.1 Letak Geografis
Jakarta berada pada koordinat 6°12'–6°22' LS dan 106°44'–106°58' BT. Wilayah ini berbatasan dengan:
- Utara: Laut Jawa
- Timur: Kota Bekasi
- Selatan: Kota Depok dan Kabupaten Bogor
- Barat: Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
Luas wilayah daratan Jakarta adalah ± 662 km², dengan tambahan wilayah laut dan Kepulauan Seribu seluas ± 6.977 km².
2.2 Iklim
DKI Jakarta beriklim monsun tropis (Am) dengan dua musim utama:
- Musim hujan: November–April
- Musim kemarau: Mei–Oktober
Curah hujan tahunan berkisar 1.800–2.300 mm dengan intensitas tertinggi pada Januari—Februari.
2.3 Hidrologi
Jakarta dialiri oleh 13 sungai, di antaranya Ciliwung, Cisadane, Angke, Pesanggrahan, dan Cakung. Sistem sungai ini menjadi faktor utama dalam pembentukan dataran aluvial serta risiko banjir yang sering terjadi.
3. Geologi DKI Jakarta
3.1 Struktur dan Batuan Penyusun
Secara geologi, Jakarta tersusun atas endapan Kuarter berupa:
- Lempung dan lanau aluvial
- Pasir dan kerikil fluvial
- Endapan rawa dan pantai
Wilayah selatan memiliki batuan yang lebih tua dan stabil, sedangkan wilayah pesisir utara ditutupi endapan aluvial muda yang rentan perubahan.
3.2 Isu Geologi Utama
- Penurunan muka tanah (land subsidence)
Terjadi 1–11 cm/tahun, terutama di Jakarta Utara (Deltares, 2023).
- Intrusi air laut
Disebabkan eksploitasi air tanah yang berlebihan.
- Potensi likuefaksi
Kemungkinan terjadi pada endapan pasir jenuh di dataran pantai.
4. Geomorfologi DKI Jakarta
Geomorfologi Jakarta dipengaruhi oleh proses fluvial, marin, serta aktivitas manusia.
4.1 Satuan Geomorfologi
- Dataran Aluvial Pantai
- Terdapat di Jakarta Utara
- Elevasi 0–7 m dpl
- Sangat rentan banjir rob dan penurunan tanah
- Dataran Fluvial
- Mencakup Jakarta Pusat dan sebagian Jakarta Barat–Timur
- Dibentuk oleh sedimentasi sungai besar
- Elevasi 7–25 m dpl
- Kaki Dataran Tinggi Bogor
- Berlokasi di Jakarta Selatan
- Elevasi 25–50 m dpl
- Berfungsi sebagai zona resapan air alami
4.2 Proses Geomorfik Utama
- Fluvial: erosi dan sedimentasi sungai
- Marin: pembentukan dataran pantai oleh gelombang Laut Jawa
- Antropogenik: reklamasi pantai, penimbunan lahan, dan pembangunan kota
5. Demografi DKI Jakarta
5.1 Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Menurut data BPS tahun 2024 (yang relevan hingga 2026):
- Jumlah penduduk: ± 10,7 juta jiwa
- Kepadatan: > 16.000 jiwa/km²
Jakarta merupakan provinsi terpadat di Indonesia.
5.2 Komposisi Penduduk
- Rasio jenis kelamin seimbang
- Penduduk usia produktif mencapai ±70%
- Tingkat urbanisasi tinggi akibat migrasi masuk
5.3 Aspek Sosial Ekonomi
Jakarta menyumbang sekitar 17% PDB nasional, dengan sektor dominan:
- Perdagangan
- Jasa keuangan
- Transportasi
- Properti dan konstruksi
6. Kesimpulan
DKI Jakarta merupakan wilayah pesisir yang berkembang pesat dengan kondisi geologi dan geomorfologi yang cukup kompleks. Penurunan muka tanah, banjir, dan urbanisasi tinggi menunjukkan bahwa pengelolaan kota harus berbasis data ilmiah dan perencanaan tata ruang yang adaptif. Pemahaman geografi fisik dan manusia menjadi dasar penting dalam membentuk Jakarta yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
- Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2024). Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta.
- Badan Informasi Geospasial (BIG). (2023). Peta Geologi dan Geomorfologi Jakarta.
- BMKG. (2024). Data Iklim dan Curah Hujan Jakarta.
- Deltares & Pemprov DKI Jakarta. (2023). Land Subsidence Monitoring Report.
- Sunardi, E., dkk. (2021). “Geological Characteristics of Jakarta Basin.” Journal of Indonesian Earth Sciences.
Sebelumnya
...
Berikutnya
...