Geografi Pariwisata
1. Definisi menurut
UNWTO
a. Pariwisata
Pariwisata adalah fenomena
sosial, budaya dan ekonomi yang memerlukan perpindahan orang ke negara atau tempat di luar lingkungan biasanya untuk
tujuan pribadi atau bisnis / profesional. Orang-orang ini disebut pengunjung
(yang dapat berupa turis atau ekskursi; penduduk atau non- penduduk) dan
pariwisata berkaitan berbagai aktivitas baik yang mengeluarkan biaya maupun
tidak
b. Pengunjung
Pengunjung adalah
wisatawan yang melakukan perjalanan
ke tujuan utama di luar lingkungan
biasanya, kurang dari satu tahun, untuk tujuan utama yang bervariasi (bisnis,
rekreasi, atau tujuan pribadi lainnya) selain untuk dipekerjakan oleh entitas
penduduk di negara tersebut atau
tempat yang dikunjungi. Perjalanan yang dilakukan pengunjung ini memenuhi
syarat sebagai perjalanan wisata.
Pengunjung pada hari yang sama (atau ekskursi) adalah
pengunjung (domestik, inbound atau outbound) yang diklasifikasikan sebagai
turis (atau pengunjung yang bermalam) jika perjalanannya termasuk menginap
semalam, atau sebagai pengunjung pada hari yang sama (atau ekskursi). Jadi,
dapat disimpulkan bahwa pengunjung terbagi menjadi ekskursi (tidak menginap)
dan turis (jika menginap)
c.
Menurut referensi Negara
1.
Domestic tourism
Pariwisata domestik merujuk pada aktivitas penduduk suatu
negara yang melakukan kegiatan pariwisata di negara tersebut. Sebagai contoh,
budi adalah warga Indonesia. Budi kemudian melakukan kegiatan wisata di monas
yang juga terletak di indonesia
2.
Inbound tourism
Inbound tourism merupakan istilah pada aktivitas pariwisata yang dilaksanakan oleh
bukan penduduk atau non-residence di
dalam suatu negara. Sebagai contoh, siti merupakan warga Malaysia yang sedang
berada di Indonesia. Siti kemudian mengunjungi monas untuk melakukan
aktivitas pariwisata.
3. Outbound tourism
Merupakan istilah aktivitas pariwisata
yang dilaksanakan oleh penduduk suatu negara ke luar negeri. Sebagai contoh,
Amir merupakan warga Indonesia. Amir kemudian melaksanakan kegiatan pariwisata
di Australia.
2. Aspek pariwisata
a. Menurut teori 4A
1. Atraksi
Atraksi merupakan segala hal yang menarik
atau merupakan objek utama dalam suatu objek pariwisata. Atraksi dapat berbagai
macam baik itu atraksi alam, atraksi buatan, maupun atraksi budaya. Di Amerika,
terdapat istilah honey pot yang
memiliki arti suatu atraksi utama
dalam suatu kegiatan pariwisata.
2.
Aksesibilitas
Aksesibilitas merupakan derajat
keterjangkauan suatu objek pariwisata. Aksesibilitas tidak hanya mengacu pada
keterjangkauan secara fisik namun juga keterjangkauan secara informasi, politik,
ekonomi dan lain-lain. Sebagai contoh terdapat
suatu objek wisata yang bertaraf internasional dengan jarak hanya 500 meter dari rumah
X. Meskipun demikian, objek tersebut memiliki harga yang
dinilai sangat mahal oleh X sehingga tidak terjangkau secara ekonomi meskipun
terjangkau secara transportasi maupun jaraknya.
3. Amenitas
Amenitas merupakan segala hal pilihan
kegiatan pariwisata. Amenitas terbagi menjadi fasilitas dan akomodasi. Berikut
merupakan penjelasan dari keduanya.
· Fasilitas
terbagi menjadi dua lagi yakni sarana maupun prasarana. Prasarana merupakan
suatu syarat sehingga sarana tersebut dapat tercipta. Sebagai contoh, sarana kuliner
pada objek pariwisata perlu berbagai prasarana yang mendasarinya
seperti adanya akses air, akses terhadap gas, akses terhadap listrik dan
lain-lain.
· Akomodasi merupakan
tempat untuk singgah
bagi para wisatawan. Akomodasi memiliki berbagai macam jenis.
Berikut merupakan lima contoh jenis akomodasi.
Hotel
Istilah hotel mulai berubah setelah adanya revolusi
industri di inggris. Hotel dianggap sebagai akomodasi yang memiliki kemewahan, kebersihan, maupun fasilitas
yang lebih baik dari akomodasi lainnya. Hotel
memiliki berbagai tingkatan dari bintang 1
hingga bintang 5. Setiap tingkatan
tersebut memiliki persyaratan masing-masing. Kutil umumnya terletak di kota
dengan konsep hunian vertikal dan umumnya memiliki harga yang relatif lebih
mahal.
Motel
Motel merupakan suatu tempat singgah sementara yang umumnya
terletak di dekat jalan penghubung antar negara
bagian seperti di amerika. Konsep
ini kurang populer
di Indonesia. Motel umumnya
digunakan sebagai tempat singgah sementara ketika malam hari untuk menghindari
rasa lelah ketika berkendara.
Hostel
Hostel merupakan tipe akomodasi yang lebih murah dan
umumnya digunakan para pemuda saat melakukan kegiatan backpacker. Di luar negeri, hostel umumnya merupakan bagian dari
suatu universitas atau kampus. Hostel memiliki ciri adanya tempat tidur yang
bertingkat sehingga satu kamar dapat dimuat oleh beberapa orang. Hal inilah
yang membuat hotel merupakan akomodasi favorit bagi pemuda (youth tourism)
karena harganya yang relatif lebih

murah.
Resort
Resort merupakan sebuah
akomodasi yang memiliki
atraksi tertentu seperti
pemandangan pesisir, sungai, lingkungan liar, taman dan lain-lain. Berikut
merupakan contoh dari resort
Capsule hotel
Hotel kapsul merupakan suatu konsep yang pertama kali muncul di jepang. Pada awalnya
hotel kapsul ini ditujukan bagi para orang- orang yang mengonsumsi alkohol
sehingga memiliki level kesadaran
yang tidak begitu baik setelah
melakukan suatu kegiatan seperti pesta. Hotel kapsul ini memiliki tujuan utama
sebagai tempat singgah sementara yang digunakan hanya untuk tidur saja.
Meskipun demikian konsep ini selalu berkembang dan bahkan dapat ditemui di tempat
lain seperti lokasi transit transportasi.
Chalet
Chalet merupakan suatu akomodasi yang berasal dari wilayah pegunungan alpen di swiss. Akomodasi ini memiliki ciri terbuat
dari kayu dan digunakan sebagai rumah yang disewa ketika liburan.
Ancillary
Ancillary merupakan suatu aspek tambahan berupa adanya
pengelolaan dalam pariwisata. Pengolahan tersebut dapat berupa sektor
pemerintah, sektor swasta, sektor masyarakat, maupun campuran dari ketiganya.
b.
Menurut teori tourism demand
and supply
1.
Something to do
Something
to do merupakan suatu aspek pariwisata yang
menjelaskan tentang berbagai aktivitas yang dapat dilakukan oleh para
pengunjung pada suatu objek pariwisata.
2.
Something to buy
Something
to buy merujuk pada suatu benda yang dapat dibeli pada
objek pariwisata seperti cinderamata, makanan, ataupun benda-benda yang lain.
3. Something to
see
something
to see merupakan suatu aspek yang merujuk pada
berbagai objek yang dapat dinikmati dengan indra visual atau indera mata.
Contoh dari kasus ini adalah pemandangan alam, pemandangan kota, koleksi di
museum dan lain sebagainya.
4.
Something to stay
Something
to stay merujuk pada akomodasi seperti yang telah
dijelaskan pada aspek dalam teori 4a di atas.
3. Jenis pariwisata
a. Paradigma lama
1. Alam
Pariwisata alam merupakan suatu
objek wisata yang memiliki atraksi
utama berupa hal-hal yang
bersifat alami. Contoh dari objek wisata alam yakni seperti adanya sungai,
gunung, pantai, dan lain lain.
2.
Buatan
Pariwisata buatan atau man-made merupakan suatu objek wisata
yang memiliki daya tarik atau atraksi utama berupa hal-hal yang bersifat buatan
manusia. Contoh dari objek pariwisata buatan seperti adanya kota, pusat
perbelanjaan, pusat edukasi, dan pusat kesehatan.
3. Budaya
Konsep pariwisata budaya merupakan suatu
objek wisata yang memiliki daya tarik
utama berupa kebudayaan pada suatu wilayah tertentu. Konsep ini berbeda dengan
wisata buatan karena wisata budaya lebih menekankan pada suatu heritage atau warisan budaya baik yang
bersifat tangible maupun intangible.contoh dari pariwisata budaya
ini adalah wisata mempelajari tarian, lukisan, ataupun mengunjungi museum
budaya.
b.
Model minat khusus
1. Black tourism
Black tourism pariwisata yang merujuk pada
proses mengenang tragedi kematian. Contoh dari black tourism adalah pariwisata taj mahal yang merupakan kematian
seseorang yang dikenang melalui pembangunan Taj Mahal tersebut. Contoh lain
dari black tourism adalah museum holocaust
yang mengenal adanya pembantaian
massal umat yahudi di Eropa pada saat perang dunia ke-2.
2.
Doom tourism
Doom tourism disebut juga sebagai last chance
tourism kegiatan pariwisata yang mengunjungi objek-objek dengan status
keberadaannya yang hanya sementara. Contoh dari doom tourism ini adalah terumbu karang. Hal itu dilakukan mengingat
terumbu karang merupakan suatu
ekosistem yang terancam punah di masa yang akan datang. Contoh lain dari doom tourism adalah mengunjungi proyek
konstruksi yang belum jadi seperti jalan tol.
Masyarakat Indonesia sering kali mengunjungi proyek konstruksi jalan tol ataupun bandara yang belum selesai
sebagai destinasi pariwisata untuk mengambil
foto. Hal itu dilakukan karena pada saat tol atau bandara tersebut sudah
selesai dibangun, maka masyarakat tidak dapat mengunjungi tempat tersebut untuk
secara leluasa melakukan aktivitas
pariwisata.
3.
Tolkien tourism
Tolkien tourism merupakan suatu kegiatan pariwisata yang memiliki kegiatan berupa
mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan film lord of the rings yang dikarang oleh tolkien. Lokasi yang favorit
digunakan sebagai tolkien tourism ini
adalah New Zealand karena negara tersebut banyak digunakan sebagai lokasi
pengambilan film.
4.
Kosher tourism
Kosher tourism merupakan suatu kegiatan
pariwisata yang bertemakan religius yang lebih
spesifik lagi dilaksanakan oleh umat
Yahudi. Pariwisata ini seperti halnya pada halal
tourism yang mengacu pada aturan-aturan agama tertentu dalam melaksanakan
praktik pariwisata.
5.
Suicide tourism
Suicide
tourism waktu perjalanan ke sebuah negara atau
yurisdiksi yang memungkinkan adanya proses bunuh diri atau dalam hal ini adalah
euthanasia. Sebagai contoh, seseorang
yang menderita sakit parah di suatu negara tidak dapat mengakhiri hidupnya
karena adanya larangan bunuh diri. Maka dari itu, seseorang tersebut pergi ke
sebuah yurisdiksi yang memperbolehkan adanya bunuh diri atau suntik mati atau euthanasia dengan alasan tertentu
seperti Australia. Maka dari itu orang tersebut pada akhirnya pergi ke Australia
untuk melaksanakan suntik mati karena adanya penyakit yang sudah parah tadi.
4. Dampak ekonomi
pariwisata
a. Dampak langung
Dampak langsung pariwisata merupakan suatu
aliran ekonomi yang diterima oleh pelaku usaha pariwisata dari wisatawan.
Sebagai contoh, X adalah wisatawan sedangkan Y adalah pemilik hotel pada suatu
objek wisata. Semakin banyak wisatawan seperti X yang datang maka semakin besar
pula keuntungan ekonomi yang langsung dirasakan oleh Y sebagai pemilik hotel.
b.
Dampak tidak langsung
Dampak tidak langsung merupakan aliran
ekonomi atau aliran uang yang berasal dari pelaku usaha pariwisata terhadap
bidang lain yang berdampak pada usaha wisatanya. Dengan kata lain, dampak tidak
langsung merupakan suatu aliran dari pelaku usaha terhadap aliran pasokannya. Contohnya, Y adalah pemilik hotel
sementara Z adalah pengusaha catering. Dengan semakin banyak wisatawan yang
datang, maka pendapatan Y sebagai akan naik. Pada saat yang bersamaan, Y
sebagai pemilik hotel membutuhkan lebih banyak pasukan catering untuk mencukupi
kebutuhan kuliner di hotel yang ia miliki. Maka dari itu, Y memesan lebih banyak lagi catering kepada Z
sehingga aliran uang terjadi
dari Y sebagai pemiliki hotal ke Z
sebagai pengusaha catering dan hal itu disebut sebagai dampak tidak langsung.
c.
Dampak ikutan
Dampak ikutan merupakan suatu aliran
ekonomi dari suatu pengusaha pariwisata terhadap hal-hal yang tidak berkaitan
dengan usaha pariwisata. Sebagai contoh, sebagai pemilik usaha yang berkaitan
dengan wisata mengalami kenaikan
pendapatan akibat adanya jumlah turis yang naik. Adanya
kenaikan pendapatan tersebut sebagian dialokasikan oleh pemilik hotal untuk
memenuhi hobinya sebagai pecinta binatang yakni kucing. Maka dari itu, ia
membelanjakan sebagian uangnya untuk membeli kucing peliharaan sebagai
pemenuhan hobinya dan hal itulah yang disebut sebagai dampak ikutan.
4. PERENCANAAN PARIWISATA
a. Perencanaan Pariwisata di Negara Maju
Karakteristik Utama: Terintegrasi dengan teknologi tinggi, Berorientasi pada
sustainability (keberlanjutan), Infrastruktur lengkap dan modern, Manajemen
profesional berbasis data.
Ciri-ciri Perencanaan:
· Berbasis riset dan data
Menggunakan GIS, big data,
dan AI, Contoh: analisis pola kunjungan wisatawan
· Sustainable Tourism
Menjaga lingkungan dan budaya lokal &Mengacu pada konsep ecotourism
· Diversifikasi produk wisata
Wisata budaya,
medis, edukasi, hingga
digital tourism
· Manajemen risiko
tinggi
Mitigasi bencana, over-tourism, dan dampak lingkungan Contoh Negara
Jepang → smart tourism, transportasi efisien Prancis → pengelolaan destinasi kelas dunia
Swiss → pariwisata
berbasis alam berkelanjutan
b. Perencanaan Pariwisata di Negara Berkembang
Karakteristik Utama: Fokus pada peningkatan ekonomi, Infrastruktur masih berkembang,
Ketergantungan pada sumber daya alam.
Ciri-ciri Perencanaan:
· Berorientasi pertumbuhan ekonomi: Pariwisata sebagai
sumber devisa
· Pengembangan destinasi
baru: Eksplorasi wilayah
potensial
· Peran pemerintah dominan: Perencanaan top-down
· Keterlibatan masyarakat lokal meningkat: Community-based tourism Contoh Negara:
Indonesia → pengembangan desa wisata
Thailand → wisata massal dan budaya India → wisata religi dan sejarah
c. Pemasaran Pariwisata (Tourism Marketing)
Pemasaran pariwisata adalah proses promosi
destinasi untuk menarik
wisatawan melalui strategi
tertentu.
Strategi
Pemasaran
1. Segmentasi Pasar:
Berdasarkan: Demografi, Geografi,
Psikografi
2. Targeting: Menentukan pasar utama (misalnya
wisatawan milenial)
3. Positioning: Menciptakan citra destinasi
Contoh: Bali sebagai “Pulau Dewata”
·
Marketing Mix Pariwisata (7P):
Product → Destinasi wisata; Price → Harga paket wisata; Place → Distribusi
(online/offline); Promotion → Iklan, media sosial; People → SDM pariwisata;
Process → Pelayanan wisata; Physical Evidence → Bukti fisik (fasilitas)
·
Digital Tourism Marketing: Media sosial; Influencer; Virtual tour; Website resmi